Dunia teater musikal internasional tentu tidak asing lagi dengan sosok John Cameron Mitchell, kreator di balik kesuksesan mahakarya Hedwig and the Angry Inch. Sebagaimana diwartakan oleh media, karakter ikonik tersebut bermula dari sebuah panggung klub malam punk rock di New York pada era 90-an sebelum akhirnya menjelma menjadi fenomena global.
Perjalanan panjang karya tersebut tidak selalu berjalan mulus dan sempat mengalami berbagai kontroversi, termasuk pembatalan pementasan di Sydney pada tahun 2020 lalu. Menanggapi berbagai kritik keras dari para aktivis internet mengenai pemilihan pemeran, ia dengan tegas menyatakan bahwa fiksi merupakan sebuah institusi suci di mana seseorang bebas untuk memerankan karakter apa pun tanpa harus dibatasi oleh identitas pribadi.
Lebih lanjut, ia juga mengenang kembali kedekatannya dengan musisi legendaris David Bowie yang semasa hidupnya pernah memberikan dukungan finansial dan menjadi sumber inspirasi terbesarnya. Mengutip laporan media, kekagumannya pada pelantun lagu legendaris tersebut kini dituangkan kembali melalui proyek pementasan konser bertajuk I'm Afraid of Americans: A Bowie Song Cycle.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMelalui pementasan terbarunya yang mengangkat berbagai lagu sarat makna dari David Bowie, ia mencoba menyuarakan kritik sosial terhadap kebangkitan fasisme modern di era sekarang. Menurutnya, karya seni yang jujur dan berani selalu memiliki fungsi yang sangat krusial untuk menentang berbagai bentuk pembatasan kebebasan berpikir di tengah masyarakat.