Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kisah Pembubaran Donald J Trump...
BERITA

Kisah Pembubaran Donald J Trump Foundation Akibat Pelanggaran Hukum

By Dewi Lestari 2 min read 15 Agustus 2026
Gedung perkantoran di New York tempat lokasi yayasan Donald Trump beroperasi

Gedung perkantoran di New York tempat lokasi yayasan Donald Trump beroperasi

Donald J Trump Foundation menghadapi akhir perjalanan setelah penyelidikan panjang yang membongkar berbagai pelanggaran etika dan hukum dalam pengelolaan dana yayasan amal tersebut. Lembaga nirlaba yang berbasis di New York ini mulanya dibentuk pada tahun 1988 oleh Donald Trump dengan tujuan awal menyalurkan royalti buku serta donasi untuk kegiatan amal.

Namun, dalam perjalanannya, yayasan tersebut justru menjadi sorotan publik dan penegak hukum setelah investigasi media mengungkap bahwa dewan direksi tidak pernah aktif bersidang sejak tahun 1999. Segala keputusan terkait penyaluran dana amal dikendalikan secara penuh oleh Donald Trump tanpa melalui mekanisme pengawasan yang semestinya.

Tekanan hukum semakin menguat ketika Kantor Kejaksaan Agung New York mengajukan gugatan perdata yang menuding adanya pola pelanggaran hukum secara sistematis dalam penggunaan aset yayasan. Penyelidikan mendalam juga menemukan bahwa yayasan sempat menerima donasi dari pihak luar tanpa memenuhi kewajiban pendaftaran yang diatur dalam undang-undang negara bagian.

Puncak dari kontroversi ini terjadi ketika pengadilan memerintahkan pembubaran yayasan secara resmi serta mewajibkan pembayaran restitusi akibat penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukan. Kasus ini sekaligus menjadi catatan penting dalam sejarah tata kelola lembaga filantropi yang melibatkan tokoh publik terkemuka di Amerika Serikat.

Deretan Kontroversi dan Investigasi Media

Sorotan tajam terhadap yayasan amal milik Donald Trump bermula dari investigasi jurnalis surat kabar The Washington Post yang menelusuri aliran dana penggalangan bantuan untuk veteran militer. Penelusuran tersebut membuka mata publik mengenai ketidaksesuaian antara klaim perolehan dana dan realisasi penyaluran bantuan kepada organisasi yang dituju.

Selain persoalan dana veteran, penyelidikan juga mencatat adanya praktik pengumpulan donasi dari pihak luar yang memiliki relasi bisnis dengan perusahaan milik Trump. Sejumlah pakar filantropi menilai praktik tersebut sebagai hal yang tidak lazim bagi sebuah yayasan privat yang sebagian besar pendanaannya bersumber dari donatur eksternal.

Proses hukum yang berjalan akhirnya memaksa pihak manajemen yayasan untuk menandatangani perjanjian pembubaran di bawah pengawasan ketat pengadilan. Sisa aset yang tersisa dalam rekening yayasan kemudian didistribusikan kepada sejumlah lembaga amal yang telah disetujui oleh pihak kejaksaan.

Kasus penutupan yayasan ini tidak serta-merta menghentikan seluruh rangkaian investigasi lanjutan terkait rekam jejak keuangan dan dokumen pajak yang diminta oleh aparat penegak hukum. Berbagai temuan dari kasus tersebut terus menjadi bahan kajian hukum yang mendalam di tingkat yudisial.

Topics
donald trump yayasan amal new york hukum investigasi amerika serikat korupsi keuangan
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.