Industri perangkat lunak enterprise global tentu tidak asing dengan nama ServiceNow. Perusahaan penyedia platform cloud computing untuk otomatisasi alur kerja bisnis ini telah menjelma menjadi salah satu raksasa teknologi terkemuka dunia yang melantai di New York Stock Exchange.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perjalanan ServiceNow bermula pada tahun 2003 ketika didirikan oleh Fred Luddy di Santa Clara, California, Amerika Serikat, dengan nama awal Glidesoft. Menariknya, pada masa awal pendiriannya, Fred Luddy sempat menjadi satu-satunya karyawan sebelum akhirnya mendapatkan suntikan dana ventura pada tahun 2005.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan melakukan ekspansi bisnis secara masif dan mengubah namanya menjadi ServiceNow. Puncak pencapaian finansial mereka terjadi di bawah kepemimpinan eksekutif handal, di mana perusahaan sukses menembus pendapatan lebih dari $10 miliar pada tahun 2024 dan masuk dalam daftar prestisius Fortune 500.
Tidak hanya berfokus pada manajemen layanan TI dan alur kerja otomatis, ServiceNow juga terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi modern. Perusahaan secara agresif mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan atau AI generatif ke dalam platform mereka melalui kemitraan strategis dengan pemain besar industri seperti Nvidia, Anthropic, dan OpenAI.
Dengan jumlah karyawan yang kini telah puluhan ribu orang serta kantor global yang tersebar di berbagai belahan dunia, ServiceNow terus membuktikan diri sebagai pilar penting dalam transformasi digital bagi ribuan perusahaan korporasi global.