Dunia internasional kini dihadapkan pada babak baru persaingan global yang kian mencemaskan. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta ketegangan geopolitik di Taiwan dilaporkan telah bertransformasi menjadi pusat perebutan dominasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence serta rantai pasok chip global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Para pengamat menilai pergeseran ini menandakan umat manusia sedang berjalan menuju era baru yang disebut sebagai perang tanpa manusia. Dalam era ini, batas antara kekuatan militer konvensional dan keunggulan teknologi canggih semakin kabur, di mana penguasaan teknologi menjadi penentu utama kekuatan suatu bangsa di masa depan.
Situasi tersebut turut mengubah lanskap investasi global secara signifikan. Para investor di seluruh dunia kini harus memutar otak dan merumuskan strategi baru untuk menghadapi badai geopolitik teknologi yang digerakkan oleh perkembangan AI yang sangat masif.
Pembahasan mendalam mengenai fenomena pergeseran kekuatan global ini diulas secara khusus bersama Ray Frederick Djajadinata. Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula bagaimana langkah strategis yang harus diambil oleh para pelaku pasar di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh persaingan teknologi tinggi.