Perjalanan panjang proyek retrospektif akhir tahun paling ikonik di internet resmi berakhir setelah seluruh arsip video YouTube Rewind periode 2010 hingga 2019 disembunyikan dan dihapus dari publik. Keputusan drastis ini menutup lembaran salah satu tayangan paling fenomenal dalam sejarah industri konten digital yang sempat menjadi pusat perhatian jutaan penonton di seluruh dunia setiap bulan Desember.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Awal mula tradisi ini tercatat pada tahun 2010 ketika platform berbagi video terbesar di dunia tersebut merilis daftar klip paling populer sepanjang tahun. Format awal yang sederhana tersebut lambat laun berkembang pesat berkat kolaborasi bersama rumah produksi kreatif seperti Portal A Interactive dan Seedwell, hingga menjelma menjadi sebuah proyek megah yang menghadirkan deretan kreator konten top, tren viral, meme, serta lagu-lagu hits dalam balutan video musikal bertabur bintang.
Namun kejayaan tersebut mulai goyah memasuki paruh kedua dekade lalu, terutama setelah edisi tahun 2018 dan 2019 menuai gelombang kritik luar biasa tajam dari komunitas penonton setia. Edisi tahun 2018 bahkan sempat dinobatkan sebagai video paling tidak disukai sepanjang masa di platform tersebut akibat dianggap gagal merepresentasikan kultur asli komunitas kreator dan terlalu berorientasi pada kepentingan pengiklan.
Bahkan mantan CEO YouTube Susan Wojcicki sempat memberikan pengakuan terbuka mengenai buruknya penerimaan publik terhadap edisi tersebut. "Bahkan anak-anak saya menyebutnya memalukan," demikian pernyataan pimpinan tertinggi platform tersebut menggambarkan betapa jauhnya jarak antara konten yang disajikan dengan ekspektasi para penonton setianya.
Setelah sempat mengambil jeda pada tahun 2020 dengan dalih situasi global yang tidak kondusif, pihak manajemen akhirnya mengumumkan penghentian permanen program tersebut pada akhir tahun berikutnya. Sebagai penutup dari rangkaian sejarah digital ini, seluruh video kompilasi legendaris tersebut perlahan-lahan diubah statusnya menjadi privat, mengakhiri sebuah era keemasan nostalgia para kreator dan penikmat konten di seluruh penjuru dunia.