Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah strategis dengan memproteksi puluhan ribu hektare lahan guna memperkuat status daerahnya sebagai lumbung pangan nasional. Kebijakan ini sekaligus dihadirkan untuk membendung laju alih fungsi lahan produktif yang kian masif di tengah dinamika pembangunan daerah.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa perlindungan sektor agraria menjadi prioritas utama demi menjaga ekosistem pertanian dari ancaman ekspansi non-agraris yang tidak terkendali. "Kami telah menetapkan batasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan guna mencegah alih fungsi lahan," ujar Lucky sebagaimana diwartakan dalam laporan media.
Berdasarkan data yang dihimpun, total luas lahan LP2B yang diproteksi mencapai 92.888 hektare. Kendati demikian, Pemkab Indramayu tetap berkomitmen mengimbangi pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan kawasan industri seluas 14.110 hektare demi membuka lapangan kerja luas bagi warga lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu, Sugeng Heryanto, memproyeksikan produktivitas padi tahun ini mampu menembus angka hingga 1,7 juta ton gabah kering panen. Menurut laporan, rata-rata produksi padi di daerah tersebut mencapai 6,8 ton per hektare.
Di sisi lain, tantangan musim kemarau dan ancaman kekeringan pada lahan tadah hujan tetap diantisipasi melalui program bantuan pompa air serta pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah. Proyek infrastruktur air ini diprioritaskan pada sejumlah kecamatan rawan demi menjaga stabilitas produksi pangan secara berkelanjutan.