Komplotan begal nasabah bank di Kabupaten Bekasi memiliki peran terstruktur dari pengintai hingga eksekutor dalam melancarkan aksi kejahatan mereka. Polisi menangkap enam orang pelaku yang terlibat dalam perampokan disertai kekerasan terhadap seorang pria berinisial RH di kawasan Cibitung.
Kepala Subdirektorat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan salah satu anggota komplotan bertugas menyusup ke dalam bank untuk memantau nasabah yang baru saja melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar. Peran spesifik ini dijalankan secara rapi bersama pelaku lain yang bertindak sebagai joki motor hingga pengawas situasi jalanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"AY (45) berperan masuk ke dalam bank untuk memantau dan menentukan target," ujar Abdul kepada wartawan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa setelah target ditentukan dari dalam bank, informasi tersebut langsung diteruskan kepada anggota sindikat lain yang bersiap di luar. Korban kemudian dibuntuti sampai situasi di rute perjalanan dinilai sepi dan aman untuk melakukan perampasan paksa.
Ancaman Hukuman Berat Menanti Komplotan Begal
"Begitu keluar dari bank, korban diikuti, melihat situasi dan kondisi di lapangan memungkinkan untuk dieksekusi oleh pelaku yang lainnya, maka pelaku yang lainnya melakukan eksekusi sebagai eksekutornya," jelas Iman.
Dalam insiden tersebut, para pelaku merampas uang tunai senilai Rp30 juta milik korban serta melukai korban dengan senjata tajam hingga mengalami luka bacok. Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, kelompok penjahat ini tercatat sudah tiga kali beraksi dengan modus serupa di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur.
Aksi kejahatan jalanan yang dilakukan oleh sindikat ini meresahkan masyarakat luas karena tidak segan-segan melukai korban demi merampas harta benda. Korban berinisial RH sama sekali tidak mengenal para pelaku dan dipilih secara acak setelah mengamati transaksi di bank.
Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil membekuk seluruh anggota komplotan begal sadis tersebut. Penangkapan ini menyelamatkan masyarakat dari potensi ancaman kejahatan lanjutan di kemudian hari.