Sebagaimana diberitakan oleh media La Nacion, Italia tengah bersiap menghadapi transformasi demografi besar-besaran yang akan memangkas jumlah penduduknya secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan. Berdasarkan proyeksi terbaru dari Institut Statistik Nasional Italia atau Istat, populasi negara tersebut diperkirakan bakal merosot hingga hampir 4 juta jiwa pada tahun 2050 mendatang.
Jumlah penduduk yang sebelumnya tercatat sebanyak 58,9 juta jiwa pada awal 2025 diproyeksikan bakal turun drastis menjadi sekitar 55 juta jiwa. Tren penurunan ini tidak berhenti di situ saja, sebab para ahli statistik memperkirakan populasi Italia bahkan berpotensi menyusut hingga menjadi 45,8 juta jiwa menjelang tahun 2080.
Selain penurunan jumlah penduduk, tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa ini adalah gelombang penuaan populasi yang sangat masif. Proporsi warga yang berusia di atas 65 tahun diprediksi melonjak tajam dari 24,7 persen pada tahun 2025 menjadi 34,5 persen pada tahun 2050, sementara kelompok usia produktif justru mengalami penyusutan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKondisi tersebut dikhawatirkan akan memberikan tekanan yang luar biasa berat terhadap sistem kesejahteraan sosial serta anggaran pensiun nasional. Mengutip laporan dari lembaga statistik terkait, "Penurunan jumlah pekerja dan peningkatan jumlah pensiun" akan menjadi ujian berat bagi stabilitas ekonomi serta sistem jaminan sosial di masa depan.
Pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Giorgia Meloni sebenarnya telah menempatkan upaya peningkatan angka kelahiran sebagai salah satu prioritas utama kebijakan sejak berkuasa. Kendati demikian, berbagai insentif dan kebijakan yang telah digulirkan sejauh ini masih belum mampu membalikkan tren penurunan tingkat fertilitas yang terus mencatatkan rekor terendah dalam sejarah modern Italia.