Krisis kebakaran hutan di Eropa meluas secara signifikan seiring hantaman gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah benua tersebut hingga keluar dari kawasan Mediterania tradisional. Berdasarkan laporan otoritas setempat, kebakaran hutan merambat ke wilayah Jerman bagian barat dan memaksa evakuasi sekitar 2.000 penduduk setelah kobaran api mendekati permukiman warga.
Warga Desa Gey di kawasan munisipalitas Hürtgenwald dekat perbatasan Belgia harus meninggalkan tempat tinggal mereka pada dini hari ketika lidah api merayap hingga jarak 200 meter dari rumah penduduk. Sekolah dasar di desa tetangga langsung dialihfungsikan menjadi tempat penampungan darurat demi menampung warga yang terdampak langsung bencana kebakaran tersebut.
Upaya pemadaman api di wilayah tersebut menghadapi kendala berat akibat keberadaan amunisi Perang Dunia II yang belum meledak di dalam kawasan hutan sehingga memicu ledakan sporadis. Pemerintah mengerahkan dua tank militer guna membuka akses jalan di medan terjal bersama ratusan personel pemadam, helikopter, dan unit penyelamat meskipun api belum sepenuhnya terkendalikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi kian memburuk karena Jerman juga menghadapi kekeringan parah dengan estimasi korban jiwa akibat cuaca panas mencapai sekitar 11.900 orang sepanjang tahun ini berdasarkan data Robert Koch Institute. Kementerian Pertanian setempat turut memperingatkan potensi ancaman kekeringan terhadap sektor pertanian serta lonjakan risiko kebakaran di berbagai wilayah.
Dampak buruk gelombang panas juga dirasakan di Inggris Raya di mana jumlah kejadian kebakaran sejak awal tahun telah melampaui total catatan tahun sebelumnya sebanyak 1.017 insiden. Kota London bahkan mencatat suhu tinggi mencapai 38,1 derajat Celsius pada Kamis, menjadikannya salah satu rekor temperatur terpanas dalam sejarah negara tersebut.
Analisis data Global Wildfire Information System menunjukkan total lahan terbakar di Uni Eropa telah mencapai sekitar 489.826 hektare hingga pekan ke-31, menempatkan tahun ini sebagai periode terparah keempat sejak 2012. Negara Spanyol tercatat sebagai wilayah paling parah terdampak dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 185.948 hektare.
Lebih dari 150 juta penduduk di berbagai negara Eropa diperkirakan menghadapi temperatur di atas 35 derajat Celsius termasuk puluhan juta warga di Prancis, Jerman barat, Belgia, dan Belanda. Para ahli memperingatkan bahwa ancaman kebakaran kini tidak lagi terbatas di kawasan selatan sehingga meningkatkan tekanan besar bagi tim pemadam dan sumber daya air.