Krisis kredibilitas dunia akademik kini semakin mengkhawatirkan menyusul maraknya paper mill atau pabrik makalah yang memanfaatkan generative AI untuk memproduksi studi palsu secara massal. Fenomena tersebut mengubah lanskap publikasi ilmiah secara drastis, mengingat para peneliti kini dapat membeli kepenulisan dengan mudah demi mendongkrak karier mereka.
Berdasarkan analisis Kabayan News, kehadiran teknologi kecerdasan buatan membuat biaya produksi karya ilmiah palsu menjadi jauh lebih murah dan cepat. Riset terbaru dalam jurnal BMJ mengungkapkan bahwa penggunaan model bahasa BERT untuk memindai jutaan artikel kanker menemukan ratusan ribu makalah yang terindikasi berasal dari paper mill.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePersoalan utama dari fenomena ini berakar pada sistem insentif akademik yang kerap mengukur prestasi peneliti dari jumlah publikasi ketimbang kualitas atau reproduksibilitas data. Sebagaimana dilaporkan oleh para peneliti, lonjakan makalah palsu tersebut menuntut adanya evaluasi total terhadap sistem peninjauan sejawat atau peer review di era modern.