Perkembangan teknologi global selalu meninggalkan kisah menarik tentang tokoh-tokoh visioner mampu melihat masa depan ketika orang lain masih meragukannya.
Pada tahun 1990, seorang ilmuwan komputer terkemuka asal Inggris bernama Andy Hopper berdiri di hadapan mahasiswa Universitas Cambridge dan menyampaikan klaim mengejutkan mengenai masa depan industri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Computer Weekly, Hopper menyatakan tidak ada uang dalam bisnis perangkat keras karena seluruh nilai ekonomi di masa depan akan berpusat pada perangkat lunak.
Pernyataan tersebut memicu gelak tawa dari para mahasiswa di ruangan karena harga sebuah PC kelas atas kala itu mencapai ribuan poundsterling dan perangkat lunak diberikan secara cuma-cuma.
Namun waktu membuktikan ketepatan pandangan salah satu pendiri Acorn Computers tersebut ketika perangkat keras perlahan menjadi komoditas murah dan perangkat lunak mendominasi dunia.
Pengalaman mendengarkan kuliah tersebut membekas mendalam bagi Stephen Hodges, mantan mahasiswa komputer yang kemudian memilih bergabung dengan laboratorium riset bentukan Hopper.
"Setiap migrasi teknologi selalu tampak sangat tidak masuk akal pada awalnya, namun tampak sangat jelas pada akhirnya," ujar Stephen Hodges selaku CEO Efekta Education.
Menurut Hodges, kemampuan berpikir ke depan atau reasoning forward merupakan keterampilan paling langka di industri teknologi.