Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Jasmine Crockett melontarkan kritik tajam terhadap Partai Republik dalam rapat dengar pendapat komite terkait Southern Poverty Law Center pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam pernyataannya, politisi asal Texas tersebut menuding kubu Republik memanfaatkan Alveda King, keponakan dari tokoh hak sipil Martin Luther King Jr., sebagai perisai politik untuk meredam isu rasisme.
Crockett menilai mayoritas anggota dari partai oposisi tersebut didominasi oleh pria kulit putih sehingga kehadiran tokoh berdarah keluarga King dianggap sebagai upaya membingungkan publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePernyataan tersebut langsung memicu ketegangan di ruang sidang sebelum akhirnya pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada Alveda King untuk memberikan tanggapan.
Tanggapan Emosional Alveda King Atas Kritik Crockett
Alveda King menyampaikan respons secara emosional namun tetap tenang saat menanggapi pernyataan yang dialamatkan kepadanya oleh politisi Partai Demokrat tersebut dalam sesi lanjutan.
Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan putri sah dari Pendeta Alfred Daniel Williams King dan Dr. Naomi Ruth Barber King, seraya menyayangkan narasi yang meragukan integritas garis keturunannya.
Perdebatan panas di Capitol Hill ini menyoroti dinamika politik rasial yang kerap mewarnai perdebatan legislatif di antara para politisi dari dua partai besar di Amerika Serikat.
Rapat dengar pendapat yang diwarnai ketegangan ini kemudian dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya di bawah pimpinan Ketua Komite Jim Jordan.