Madrid - Aktor peraih Oscar asal Spanyol, Javier Bardem, melontarkan pandangan tajam terkait krisis migrasi yang melanda wilayah Ceuta baru-baru ini. Menurutnya, gelombang masuknya imigran secara besar-besaran tidak lepas dari unsur politik luar negeri.
Sebagaimana diwartakan oleh media Spanyol Cadena SER, pernyataan tersebut disampaikan Bardem dalam sebuah wawancara khusus dalam program El Cine en la SER saat membahas dinamika geopolitik antara Spanyol, Maroko, dan wilayah Sahara Barat.
Dalam keterangannya, pemeran utama film terbaru garapan sutradara Rodrigo Sorogoyen yang berjudul El ser querido ini menilai bahwa situasi pelik di perbatasan tersebut merupakan bentuk tekanan terstruktur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Apa yang telah terjadi, pada tingkat yang lebih pribadi, saya pikir ini juga merupakan bentuk manipulasi dari Maroko terhadap pemerintah Spanyol karena berbagai alasan, di antaranya adalah masalah Sahara," ungkap Bardem sebagaimana dikutip dari laporan Cadena SER.
Ia juga menambahkan bahwa sikap tunduk kepada Maroko hanya akan memberikan kuasa bagi negara tersebut untuk mempermainkan masalah imigrasi sesuai keinginan mereka, alih-alih menggunakan jalur diplomasi yang sehat.
"Dan alih-alih peluru, mereka mengirimkan orang-orang putus asa yang sekarat dan mempertanyakan sistem demokrasi serta pemerintahan progresif yang rapuh ini," lanjut aktor tersebut.
Kendati demikian, Bardem menegaskan bahwa kritik keras terhadap pihak luar tidak serta-merta menggugurkan kewajiban pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah nyata dalam memulihkan ketenangan warga lokal di Ceuta.
"Itu tidak menghilangkan tanggung jawab pemerintah untuk segera menerapkan langkah-langkah agar warga Ceuta dapat hidup dengan tenang dan menghilangkan kegelisahan logis yang mereka rasakan," pungkasnya.