Proses transfer Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain ke Liverpool kini menjadi sorotan setelah jurnalis Ben Jacobs membeberkan detail taktik negosiasi yang diterapkan oleh manajemen Anfield. Berdasarkan laporan terkini, klub asuhan pelatih Liverpool memainkan permainan berisiko dengan sengaja menunda penawaran resmi demi menekan harga sang penyerang di penghujung bursa transfer.
Taktik tersebut didasari keyakinan bahwa posisi Barcola di Paris Saint-Germain menjadi tidak ideal setelah klub Prancis tersebut mendatangkan sejumlah pemain baru seperti Ferran Torres, Mika Godts, dan Maghnes Akliouche. "Jika Liverpool menunggu, perasaan mereka adalah Barcola berada di posisi tidak menguntungkan karena PSG mendatangkan pemain baru," ujar Ben Jacobs melalui talkSPORT.
Kendati demikian, pengamatan dari analisis media mencatat bahwa pendekatan ini menyimpan potensi bahaya besar bagi kubu Merseyside. Jika negosiasi dibiarkan terlalu larut, jendela transfer keburu ditutup atau Paris Saint-Germain justru memilih mempertahankan sang pemain hingga tahun 2027 mendatang mengingat kekuatan finansial klub asal Prancis tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePendekatan serupa pernah diterapkan Liverpool ketika bernegosiasi dengan Crystal Palace untuk mendapatkan Marc Guehi pada musim panas lalu sebelum akhirnya kesepakatan batal di detik-detik akhir bursa transfer. Manajemen Liverpool kini harus memperhitungkan risiko secara matang agar target utama mereka tidak lepas di tengah jalan.