Sebagaimana diwartakan oleh media 20minutos pada Jumat (4/9/2026), Presiden Kepulauan Baleares Marga Prohens melayangkan tudingan keras terhadap Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez terkait dugaan penyembunyian informasi penting mengenai krisis migrasi di wilayah otonomi tersebut. Prohens menyatakan kekecewaannya karena pemerintah pusat tidaktransparan mengenai laporan intelijen kepolisian yang memperingatkan adanya risiko tinggi gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar ke kawasan kepulauan tersebut.
Dalam keterangan pers yang disampaikan dari Consolat de Mar, Prohens mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan laporan peringatan dini yang diterbitkan pada akhir Juli lalu dari pernyataan Sánchez di Kongres Deputi. Menurut penuturannya, informasi krusial tersebut luput dari pembahasan ketika ia menghadiri pertemuan resmi dengan sang kepala pemerintahan pada tanggal 29 Juli, di mana saat itu Sánchez justru mengklaim bahwa arus kedatangan migran di wilayah kepulauan sedang mengalami penurunan.
Prohens menilai tindakan menyembunyikan dokumen sensitif tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip loyalitas institusional dan ancaman nyata bagi keselamatan warga di wilayahnya. "Mengapa informasi ini disembunyikan dari kami? Masalah ini sudah melampaui perdebatan politik daerah karena menyangkut langsung keamanan kepulauan kami," ujar Prohens sebagaimana dikutip dari laporan media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi situasi yang dinilai kian mendesak ini, pemerintah daerah Baleares berencana melayangkan surat resmi kepada Madrid guna menuntut penjelasan transparan serta mendesak penerapan rencana respons khusus secara cepat. Selain itu, pihak kepemimpinan lokal juga mendesak agar otoritas nasional segera memperkuat personel keamanan serta meminta pelibatan badan perbatasan Uni Eropa Frontex demi mengantisipasi potensi eskalasi krisis migrasi di kawasan selatan Eropa tersebut.