Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Mengenal Cakram Padat, Sejarah dan...
BERITA

Mengenal Cakram Padat, Sejarah dan Teknologi Penyimpanan CD

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 11 Agustus 2026
Ilustrasi cakram padat atau CD sebagai media penyimpanan data digital

Ilustrasi cakram padat atau CD sebagai media penyimpanan data digital

Cakram padat atau piringan padat atau sering disingkat CD merupakan cakram optik digital yang digunakan untuk menyimpan berbagai data penting. Sejak diperkenalkan secara resmi pada tahun 1982, perangkat penyimpanan ini langsung menarik perhatian dunia dan memperoleh puncak penjualan pada tahun 2000 yang mencapai 2.445 juta keping.

Kelemahan utama dari CD adalah kualitas suara yang dihasilkan tidak se-analog kaset karena berupa perubahan sinyal digital ke sinyal analog berbentuk tangga sinus. Namun, kelebihan utamanya terletak pada minimnya noise, sifatnya yang sangat ringan, mudah dibawa, tahan lama, serta menawarkan kapasitas penyimpanan data besar dengan produksi efisien.

Secara fisik, CD dibuat dari bahan plastik polikarbonat setebal 1,2 milimeter dengan berat berkisar antara 15 hingga 20 gram. Ukuran standar CD berdiameter 120 milimeter mampu memuat audio selama 80 menit atau data sebesar 650 hingga 870 megabita.

Data di dalam CD disimpan dalam rangkaian lekukan kecil bernama pits yang tersusun dalam lintasan spiral pada lapisan polikarbonat. Lapisan tipis aluminium atau emas ditambahkan ke permukaan agar bersifat reflektif dan dilindungi oleh lapisan film pernis.

Cara Penyimpanan dan Standar Format Cakram Padat

CD sebaiknya disimpan pada suhu 10 hingga 20 derajat Celsius serta dihindari dari fluktuasi kelembapan agar tidak melengkung. Penyimpanan harus dilakukan di tempat gelap karena sinar ultraviolet dapat menyebabkan kandungan aluminium menjadi gelap dan memicu kesalahan pembacaan data.

Setiap CD harus ditarik dan disimpan di dalam kotak penyimpanan tersendiri tanpa ditumpuk untuk menghindari gesekan yang dapat merusak lapisan data. Goresan besar pada permukaan dapat menyebabkan data di dalam CD tidak bisa dibaca oleh alat pemutar.

Format standar cakram padat diatur dalam buku merah yang diterbitkan oleh Sony dan Philips dengan format dua-channel 16-bit PCM encoding. Tingkat sampling rate dipilih sebesar 44,1 kilohertz per channel guna memenuhi kebutuhan reproduksi rentang frekuensi optimal.

Perkembangan teknologi juga memunculkan sistem anti-penyalinan pada awal tahun 2002 untuk melindungi karya dari pembajakan ilegal. Kendati demikian, sistem proteksi ini seringkali membuat CD tidak bisa dibaca oleh pemutar CD-ROM komputer biasa.

Topics
cakram padat cd teknologi penyimpanan data sejarah sony philips audio
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.