Kinema Junpo atau yang akrab disebut Kinejun merupakan majalah film tertua di Jepang yang pertama kali terbit pada Juli 1919. Majalah yang didirikan oleh sekelompok empat mahasiswa dari Tokyo Institute of Technology ini awalnya terbit tiga kali dalam sebulan mengikuti sistem Jun di Jepang yang membagi bulan menjadi tiga bagian.
Pada masa awal penerbitannya, Kinema Junpo lebih banyak mengulas film-film asing karena para penulisnya mendukung prinsip Pure Film Movement dan kerap mengkritik perfilman Jepang. Namun seiring waktu, majalah ini mulai memperluas cakupan pemberitaannya ke film-film yang dirilis di Jepang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKantor Kinema Junpo sempat hancur akibat Gempa Besar Kanto pada September 1923. Pasca-bencana, kantor majalah ini dipindahkan ke kota Ashiya di wilayah Hanshin sebelum akhirnya kembali lagi ke Tokyo hingga saat ini.
Kinema Junpo tidak hanya berfokus pada kritik film, tetapi juga berfungsi sebagai jurnal industri yang melaporkan perkembangan perfilman di Jepang serta mengumumkan film-film terbaru dan tren yang berkembang. Majalah ini telah menjadi rujukan penting bagi pecinta film di Jepang selama lebih dari satu abad.
Kinema Junpo Best Ten, Ajang Penghargaan Film Prestisius
Saat ini Kinema Junpo terbit dua kali dalam sebulan, berbeda dengan masa awal yang terbit tiga kali. Perubahan ini terjadi setelah periode pasca-perang dan menyesuaikan dengan dinamika industri media di Jepang.
Salah satu warisan terbesar Kinema Junpo adalah ajang penghargaan Kinema Junpo Best Ten yang pertama kali digelar pada 1924. Daftar film terbaik ini dianggap ikonik dan prestisius dalam industri perfilman Jepang hingga saat ini.
Awalnya penghargaan Kinema Junpo Best Ten diberikan untuk film-film asing. Namun pada 1926, majalah ini mulai membuat kategori khusus untuk film-film Jepang. Kemudian pada 1972, penghargaan pilihan pembaca juga turut diperkenalkan.
Penghargaan Kinema Junpo Best Ten menjadi tolok ukur kualitas film di Jepang dan sering dijadikan referensi oleh sineas serta pengamat film. Banyak film pemenang penghargaan ini yang kemudian meraih pengakuan internasional.