KubeVirt saat ini menjadi proyek open-source andalan yang membawa virtual machine langsung ke dalam control plane Kubernetes. Organisasi teknologi mulai melirik teknologi ini untuk memodernisasi infrastruktur mereka tanpa harus melakukan perombakan total dari sistem virtualisasi lama seperti VMware.
Adopsi KubeVirt berkembang pesat karena kemampuannya menyatukan pengelolaan container dan virtual machine dalam satu platform orkestrasi yang sama. Hal ini memberikan kemudahan bagi tim operasional dalam menerapkan CI/CD, observabilitas, serta kebijakan keamanan yang seragam.
Salah satu fitur paling krusial dalam penggunaan produksi adalah live migration atau kemampuan memindahkan virtual machine yang sedang berjalan antar host dengan minim gangguan. Proses ini memastikan memori, status perangkat, dan konektivitas jaringan tetap terjaga selama pemindahan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, tantangan terbesar dari live migration terletak pada kebutuhan penyimpanan bersama agar disk virtual machine dapat diakses oleh node sumber dan target secara bersamaan. Ketiadaan penyimpanan bersama dapat menghambat proses migrasi yang mulus.
Tantangan Penyimpanan Mayastor dan Solusi Akses Bersama
Mayastor sebagai mesin blok penyimpanan kontainer berperforma tinggi dari OpenEBS menyediakan volume blok yang direplikasi melalui target NVMe-oF untuk akses latensi rendah. Kendati demikian, Mayastor secara bawaan belum menghadirkan mode volume blok ReadWriteMany secara native.
Sebagai solusi sementara, banyak tim menjalankan server NFS di atas volume Mayastor guna mendukung akses bersama bagi KubeVirt. Walaupun fungsional, penambahan lapisan NFS ini berpotensi memunculkan hambatan performa dan kompleksitas baru bagi beban kerja sensitif.
Ke depan, para pengembang berfokus menghadirkan mode blok multi-node yang dikhususkan untuk KubeVirt dengan kontrol keamanan yang ketat. Pendekatan ini memanfaatkan mekanisme akses NVMe-oF yang sudah ada untuk meminimalkan overhead sistem.
Melalui kontrol kebijakan yang tepat dan penanganan kegagalan migrasi yang tangguh, KubeVirt bersama sistem penyimpanan modern siap menjadi standar baru infrastruktur cloud-native yang efisien dan andal.