Di balik kecanggihan perangkat komputer dan gawai yang kita gunakan sehari-hari, terdapat sebuah komponen mikroskopis yang memegang peranan sangat vital bernama sel memori. Komponen ini bertindak sebagai fondasi utama dalam sistem digital untuk menyimpan informasi biner, baik berupa nilai logika 1 maupun 0.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Seiring dengan perkembangan teknologi komputasi dari masa ke masa, arsitektur sel memori mengalami transformasi yang luar biasa. Jika dulu komputer mengandalkan teknologi seperti core memory hingga bubble memory, kini industri modern lebih mendominasi penggunaan MOS memory berbasis transistor.
Dalam praktiknya, terdapat dua jenis memori utama yang sering kita jumpai pada perangkat elektronik, yaitu SRAM dan DRAM. SRAM dikenal memiliki kecepatan tinggi karena menggunakan rangkaian flip-flop, sementara DRAM menawarkan kapasitas penyimpanan lebih padat meski harus melakukan penyegaran data secara berkala.
Selain memori volatil seperti RAM, teknologi sel memori juga merambah ke ranah non-volatile memory melalui penggunaan floating-gate MOSFET. Teknologi inilah yang menjadi cikal bakal dari media penyimpanan populer saat ini seperti flash memory, EPROM, hingga EEPROM yang mampu mempertahankan data meski perangkat dimatikan.