Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Penjelasan Removable Media, Sejarah...
BERITA

Penjelasan Removable Media, Sejarah dan Risiko Keamanan Datanya

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 31 Juli 2026
Ilustrasi berbagai jenis removable media seperti USB flash disk dan kartu memori

Ilustrasi berbagai jenis removable media seperti USB flash disk dan kartu memori

Dunia komputasi modern tentu tidak bisa dilepaskan dari peran perangkat penyimpanan portabel yang fleksibel. Removable media atau media penyimpanan yang bisa dilepas-pasang menjadi salah satu penemuan penting yang memudahkan pengguna untuk memindahkan dan membawa data ke mana saja tanpa harus terikat pada satu perangkat komputer.

Secara definisi, perangkat ini dirancang agar dapat dengan mudah dimasukkan dan dicabut dari sistem komputer. Sebagian besar media penyimpanan awal seperti floppy disk dan optical disc memerlukan perangkat baca khusus atau drive yang terpasang pada komputer. Sementara itu, perangkat modern seperti USB flash drive sudah mengusung teknologi plug-and-play yang jauh lebih praktis.

Sejarah penggunaan media portabel ini ternyata sudah dimulai jauh sebelum era komputer elektronik modern lahir. Kartu berlubang atau punched cards dan pita kertas yang digunakan pada Jacquard loom pada tahun 1801 menjadi cikal bakal awal bagaimana instruksi dan data disimpan secara fisik sebelum akhirnya diadopsi ke dalam sistem komputer elektronik seperti Colossus.

Memasuki abad ke-20, teknologi penyimpanan terus berkembang pesat dengan ditemukannya magnetic tape di Jerman. Perusahaan teknologi dunia seperti IBM kemudian memperkenalkan floppy disk 8 inci pada tahun 1971 yang kemudian disusul oleh berbagai inovasi penyimpanan optik seperti CD-ROM, CD-R, hingga DVD dan Blu-ray di era selanjutnya.

Transformasi besar terjadi menjelang pergantian milenium dengan hadirnya media penyimpanan berbasis solid-state. Kartu SD yang dirilis pada tahun 1999 dan USB flash drive pada tahun 2000 mengubah cara masyarakat menyimpan data dengan kapasitas yang terus meningkat secara drastis dari tahun ke tahun.

Kendati sangat membantu mobilitas pengguna, penggunaan perangkat ini ternyata menyimpan sejumlah ancaman siber yang serius. Risiko utama yang kerap menghantui pengguna adalah potensi pencurian data, kehilangan perangkat, hingga masuknya berbagai program jahat atau malware ke dalam jaringan komputer perusahaan.

Salah satu modus operandi yang sering digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab adalah teknik baiting atau sengaja meninggalkan perangkat terinfeksi di tempat umum. Berbagai kasus serangan berbahaya, seperti malware Stuxnet yang sempat mengincar fasilitas nuklir, membuktikan bahwa perangkat portabel ini bisa menjadi celah fatal bagi keamanan sistem.

Untuk meminimalisir berbagai ancaman tersebut, para ahli menyarankan penerapan kebijakan perusahaan yang ketat terkait penggunaan perangkat portabel. Langkah preventif seperti enkripsi data, pemindaian otomatis menggunakan antivirus, serta pemusnahan data secara permanen sebelum perangkat dibuang menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan informasi.

Topics
teknologi hardware cyber security sejarah komputer usb flash drive data storage malware
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.