Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, sebuah bencana alam paling misterius dan mengerikan terjadi pada malam tanggal 21 Agustus 1986 di sekitar kawasan danau vulkanik Nyos, Kamerun. Tanpa tanda-tanda letusan gunung berapi atau gempa bumi, ribuan nyawa manusia dan hewan lenyap seketika dalam hening akibat terjangan kabut putih beracun yang menyelimuti perkampungan.
Para korban yang selamat menceritakan kengerian saat terbangun di pagi hari dan mendapati keluarga serta tetangga mereka telah meninggal dunia di tempat tidur tanpa ada tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan laporan media, salah satu korban selamat bernama Mónica Lom Ngong menuturkan bahwa ia mendapati 53 dari total 56 anggota keluarganya tewas secara misterius di dalam rumah.
Berbagai spekulasi sempat bermunculan di tengah masyarakat mulai dari kutukan leluhur, uji coba senjata biologi rahasia, hingga sabotase pabrik kimia. Namun, teka-teki tersebut akhirnya mulai terjawab setelah tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Haraldur Sigurdsson turun tangan meneliti kondisi di bawah permukaan Danau Nyos.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis ilmiah, fenomena langka ini dikenal sebagai letusan limnik atau limnic eruption, yakni peristiwa pelepasan gas karbon dioksida secara besar-besaran dari dasar danau vulkanik. Gas beracun yang lebih berat dari udara tersebut merayap turun melalui lereng gunung secara senyap, memicu asfiksia massal, dan merenggut nyawa siapa saja yang terlelap di jalurnya.
Peristiwa tragis yang dijuluki sebagai bencana alam paling aneh abad ke-20 ini mendorong para ahli untuk memasang pipa desgasifikasi khusus pada tahun 2001 guna mencegah akumulasi gas serupa terulang kembali. Kendati demikian, kisah kelam Danau Nyos tetap menjadi peringatan abadi bahwa keindahan alam tersembunyi terkadang menyimpan potensi bahaya mematikan yang tidak terduga.