Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Tengah turut berdampak signifikan terhadap kerawanan bencana lingkungan di Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan catatan Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, terdapat puluhan insiden kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir sejak awal Juni hingga awal Agustus.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, Margono, menjelaskan bahwa total laporan kebakaran lahan dan semak yang telah ditangani jajarannya mencapai 61 kejadian. Angka tersebut didominasi oleh terbakarnya area vegetasi kering, ilalang, serta lahan terbuka akibat minimnya curah hujan dan teriknya cuaca.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan rekapitulasi petugas, bulan Juli tercatat sebagai periode paling sibuk dengan puluhan laporan kebakaran yang masuk, meliputi lahan kosong maupun tumpukan limbah pertanian. Kondisi cuaca yang kering membuat potensi rambatan api menjadi jauh lebih cepat ketika tersulut oleh sumber panas sekecil apa pun di lapangan.
Selain faktor cuaca panas, sejumlah insiden kebakaran juga diduga kuat dipicu oleh aktivitas manusia yang kurang berhati-hati. Mulai dari pembakaran sampah sembarangan, pembersihan sisa tanaman dengan cara dibakar, hingga tindakan membuang puntung rokok secara sembarangan di area yang rentan terbakar.
Kecamatan Nguter Jadi Wilayah Paling Rawan Karhutla
Dari total keseluruhan laporan yang masuk ke posko pemadam kebakaran, persebaran wilayah kejadian kebakaran tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Sukoharjo. Kecamatan Nguter tercatat menempati posisi teratas sebagai daerah yang paling banyak mengalami kasus kebakaran lahan selama musim kemarau ini.
Selain Nguter, beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Grogol dan Kartasura juga menyumbang angka kejadian yang cukup tinggi dibanding kecamatan lainnya. Sementara itu, wilayah dengan catatan kasus kebakaran paling sedikit sejauh ini berada di Kecamatan Gatak dengan hanya satu laporan kejadian.
Menyikapi tren peningkatan kasus tersebut, pihak Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo kini meningkatkan kesiapsiagaan personel serta armada secara optimal. Patroli rutin serta edukasi langsung kepada masyarakat terus digencarkan untuk menekan potensi munculnya titik api baru.
Pemerintah daerah mengimbau warga agar tidak melakukan pembukaan lahan atau pembakaran sampah di tengah cuaca kering demi keselamatan bersama. Masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada petugas jika mendapati adanya potensi kebakaran agar bisa ditangani dengan cepat.