Menjelang detik-detik penentuan pucuk pimpinan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia, suasana di arena Muktamar ke-35 NU semakin memanas namun tetap kondusif. Berdasarkan laporan media, salah satu kandidat kuat calon Ketua Umum PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, menegaskan sikap optimistisnya dalam menghadapi proses pemilihan tersebut.
Sebagaimana diwartakan, putra dari almarhum ulama besar KH Sahal Mahfudh itu ditemui saat hendak memasuki Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Gus Rozin menyatakan bahwa seluruh rangkaian ikhtiar telah ditempuh secara maksimal, seraya mengingatkan bahwa apa pun keputusan akhir dari forum muktamar wajib dihormati bersama.
"Kita berikhtiar secara maksimal. Kita optimistis. Ya tentu kita semua nanti wajib untuk menghormati apa pun hasilnya," ujar Gus Rozin kepada awak media saat memberikan keterangan menjelang sidang pleno krusial pada Minggu malam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMalam penentuan tersebut menjadi momentum penting bagi jalannya organisasi karena pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode mendatang melibatkan mekanisme khusus melalui Ahlul Halli Wal Aqdi. Dewan musyawarah yang berisikan sembilan kiai sepuh terpercaya ini memegang peranan vital dalam menentukan arah kepemimpinan lewat tradisi musyawarah mufakat.
Menutup pernyataannya, Gus Rozin mengingatkan bahwa ajang muktamar bukanlah sekadar arena perebutan kekuasaan pribadi melainkan bentuk pengabdian kepada umat. "Kemenangan itu penting tetapi bukan segalanya. Yang harus menang adalah Nahdlatul Ulama," pungkasnya dengan penuh penekanan.