Perusahaan asal Korea Selatan LG Energy Solution resmi membuka fasilitas pabrik baterai senilai USD 2,6 miliar atau setara dengan Rp 40,4 triliun di Lansing, Michigan, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pabrik yang berdiri di lahan seluas 226 hektare ini beroperasi dengan membawa strategi produk serta jajaran klien baru setelah sebelumnya direncanakan untuk dimiliki bersama General Motors.
Pabrik baru bernama LG Energy Solution Michigan-Lansing tersebut memproduksi baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi bagi sejumlah pelanggan termasuk DTE serta Consumers Energy. "Lansing akan memproduksi baterai canggih yang mendukung masa depan mobilitas serta infrastruktur energi Amerika Serikat," ujar CEO LG Energy Solution David Kim melalui keterangan resminya.
Kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai lebih dari 35 gigawatt jam per tahun dengan jumlah tenaga kerja saat ini sebanyak 900 orang. Angka tersebut ditargetkan akan bertambah hingga mencapai 1.700 karyawan saat fasilitas ini mencapai produksi skala penuh guna memenuhi komitmen kepada pemerintah setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGubernur Michigan Gretchen Whitmer turut hadir dalam konferensi pers peresmian fasilitas tersebut di Lansing untuk mengapresiasi investasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan. "Ini adalah babak baru dalam ledakan manufaktur yang sedang berlangsung di Michigan," kata Whitmer di hadapan para eksekutif media.
Fokus Klien Baru dan Perubahan Rencana General Motors
Perubahan struktur kepemilikan pabrik terjadi karena General Motors memutuskan mundur dari proyek patungan guna mengurangi produksi kendaraan listrik yang belum sesuai dengan proyeksi pasar. General Motors pun mengalihkan dana hibah publik senilai USD 600 juta kepada pihak LG Energy Solution setelah menjual sahamnya pada Desember 2024.
Pelanggan kendaraan listrik pertama untuk pabrik Lansing ini adalah Toyota dengan memproduksi sel nikel-manganese cobalt berdensitas energi tinggi untuk model tahun 2027. Selain itu, fasilitas tersebut dijadwalkan memperluas produksinya ke sel prismatik pada tahun depan untuk memenuhi permintaan dari Tesla Inc.
Komitmen investasi perusahaan di wilayah Michigan sejak tahun 2010 kini telah mencapai total USD 5 miliar dengan jumlah tenaga kerja melampaui 3.300 orang pada akhir tahun ini. Seluruh sel baterai yang diproduksi di Lansing juga akan dikirim ke fasilitas lain di Holland untuk dirakit sebelum diserahkan kepada para mitra industri.
Langkah strategis ini memperlihatkan bagaimana perusahaan asal Korea Selatan tersebut terus memperkuat ekosistem baterai di Amerika Serikat di tengah dinamika pasar otomotif global.