Pau Cubarsi mengukuhkan dirinya sebagai salah satu bek tengah muda paling potensial di dunia. Penampilan impresifnya sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 menjadi bukti nyata peran vital sang pemain dalam membawa Tim Nasional Spanyol meraih gelar juara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bermain sebagai starter di setiap pertandingan, Cubarsi tampil penuh tanpa terkikis stamina. Pemain milik FC Barcelona tersebut mencatatkan 668 umpan sukses sepanjang turnamen, hanya kalah dari Rodri yang mengemas 747 umpan. Catatan tersebut menjadikannya bek pertama dalam sejarah yang meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia.
Perjalanan karier Cubarsi tidak didapat secara instan. Lahir dari keluarga sederhana di Estanyol, sebuah wilayah kecil di Katalonia, bakatnya mulai diasah di Vilablareix sebelum direkrut Girona dan akhirnya menembus akademi legendaris La Masia pada usia 11 tahun.
Mantan rekan setimnya di Girona, Gibert Jordana, mengungkapkan kekagumannya terhadap bakat Cubarsi. "Apa yang dia lakukan hari ini sudah dia lakukan sejak dulu. Itu sungguh luar biasa. Saat membawa bola, dia bisa melakukan apa saja dan melewati pemain bertahan satu per satu," ujar Jordana seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Jordana juga menambahkan bahwa Cubarsi memiliki kepribadian yang tenang di luar lapangan. "Di luar lapangan dia sangat rendah hati dan tidak mencolok, tetapi begitu menginjakkan kaki di lapangan, dia berubah menjadi sebuah mesin," tambahnya.
Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, turut memberikan pujian setinggi langit untuk anak asuhnya tersebut. "Bagi saya, Cubarsi berada di tingkat yang sama dengan Lamine Yamal, tetapi dalam peran seorang pemain bertahan," puji Flick.
Dengan kecerdasan bertanding dan kemampuannya mengalirkan bola dari lini belakang, Cubarsi kini bertransformasi menjadi simbol bek tengah modern. Ia menyulap posisi bek tengah tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga sebagai pengatur tempo permainan tim.