Pekerja dari generasi Z (Gen Z) dilaporkan semakin merasa terasing di tempat kerja. Berdasarkan riset terbaru dari CareerMinds, rata-rata pekerja Gen Z hanya memahami sekitar 5,3 dari 24 istilah populer yang biasa digunakan di lingkungan kantor.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Secara umum, pekerja dari berbagai kelompok usia hanya memahami rata-rata tujuh dari 24 istilah korporat tersebut. Bahkan, sekitar 48,8 persen responden di antaranya hanya mengerti lima istilah atau kurang, yang menandakan adanya pergeseran besar dalam pola komunikasi di tempat kerja.
Beberapa istilah yang paling jarang dipahami oleh pekerja muda di antaranya "in the pipeline", "touch base", "put it on the back burner", hingga "hit the ground running". Bahkan frasa paling populer seperti "in the loop" hanya dipahami oleh 57,3 persen responden.
Kondisi ini terjadi di tengah transformasi dunia kerja modern, seperti otomatisasi tugas administratif oleh AI serta pola kerja hibrida pascapandemi yang mengubah cara berinteraksi antarrekan kerja. Ketidakpahaman terhadap istilah ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan diri, partisipasi, hingga jenjang karier para pekerja muda.
Pakar karier Amanda Augustine menegaskan pentingnya komunikasi yang jelas di lingkungan kerja. "Bagi para manajer, pesannya sederhana: berkomunikasi secara jelas adalah sebuah keterampilan kepemimpinan, bukan tanda kurang canggih," ungkap Amanda.
Ia juga menambahkan bahwa istilah kantor mungkin berguna sebagai singkatan, namun temuan ini membuktikan betapa mudahnya jargon tersebut mengucilkan orang-orang yang belum mempelajari bahasa tersebut.