Pekerja dengan pekerjaan tetap menghadapi risiko lebih tinggi untuk menghentikan program rawat jalan pemulihan gangguan penggunaan alkohol dibandingkan mereka yang tidak memiliki pekerjaan stabil.
Berdasarkan laporan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Alcohol and Alcoholism, jadwal operasional klinik konvensional seringkali menciptakan hambatan tersembunyi bagi pasien bekerja yang berusaha mempertahankan pemulihan mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengobatan kecanduan alkohol merupakan tantangan besar dalam layanan kesehatan modern karena hanya sebagian kecil individu membutuhkan perawatan khusus benar-benar menerimanya, sementara penghentian pengobatan secara dini sangat umum terjadi.
Para peneliti dari Taichung Veterans General Hospital di Taiwan melacak tujuh puluh dua orang dewasa untuk menyelidiki faktor psikologis dan praktis yang memicu penghentian dini perawatan kecanduan.
Analisis data menunjukkan pasien dengan pekerjaan rutin jauh lebih sering absen selama tiga puluh hari berturut-turut dibandingkan peserta tidak bekerja atau memiliki jam kerja tidak teratur.
Dari analisis Kabayan News, fleksibilitas waktu kerja serta keterbatasan jam operasional fasilitas kesehatan menjadi kendala utama yang memaksa pasien pekerja mengorbankan jadwal medis mereka.