Pemilu Britania Raya 1886 diselenggarakan dari tanggal 1 hingga 27 Juli 1886 menyusul kekalahan RUU Pemerintahan Irlandia. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, momentum tersebut memicu perubahan besar dari hasil pemilihan umum sebelumnya karena Partai Konservatif yang dipimpin oleh Lord Salisbury membentuk aliansi elektoral bersama faksi sempalan Liberal Unionist.
Faksi Liberal Unionist yang dimotori oleh Lord Hartington dan Joseph Chamberlain berhasil mendudukkan 77 anggota parlemen. Dari analisis Kabayan News, tambahan kursi tersebut memberikan mayoritas parlemen mutlak bagi kubu Konservatif meskipun mereka tidak membentuk pemerintahan koalisi secara resmi.
Kubisan Partai Liberal di bawah komando William Ewart Gladstone yang mendukung gerakan otonomi Irlandia bersama Partai Parlemen Irlandia harus puas menempati posisi kedua. Perpecahan internal tersebut mengakhiri era dominasi Partai Liberal yang sebelumnya sempat memegang kekuasaan selama 18 dari 27 tahun terakhir sejak 1859.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan sejarah, pergeseran politik akibat perpecahan kubu Liberal membuat Partai Konservatif mendominasi mayoritas pemerintahan hingga akhir Perang Dunia II. Sebagian besar anggota parlemen pada masa itu dipilih melalui mekanisme pemungutan suara mayoritas tunggal di distrik satu kursi serta pemungutan suara blok pluralitas di distrik dua kursi.