Dikutip dari laporan media The Guardian, seorang jurnalis senior bernama Simon Jenkins membuat pengakuan mengejutkan bahwa dirinya kerap menerobos lampu merah saat bersepeda di jalanan London. Menurutnya, tindakan tersebut terpaksa dilakukan bukan karena ia ingin melanggar hukum, melainkan karena sistem regulasi lalu lintas di ibu kota Inggris tersebut sudah terlalu kacau dan birokratis.
Sebagaimana diwartakan oleh The Guardian, Jenkins yang telah menghabiskan seluruh hidupnya menggunakan jalanan London sebagai pengendara sepeda, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki, merasa aturan yang berlaku saat ini justru menciptakan ketidakteraturan. Ia mencontohkan bagaimana pengemudi mobil kerap ditekan dan disalip kendaraan lain saat mencoba mematuhi batas kecepatan resmi 20 mph, sementara pesepeda kerap diabaikan haknya.
Lebih lanjut, Jenkins menjelaskan bahwa esensi utama dari bersepeda adalah menjaga momentum agar terus bergerak maju. Mengutip pengalamannya menyusuri gang-gang sempit dan jalanan padat, ia mengaku terkadang memilih untuk mengamati situasi jalan yang kosong dan melaju melewati lampu merah dengan hati-hati, sebuah perilaku umum yang juga sering dilakukan oleh banyak pesepeda lain di London.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam tulisannya, Jenkins juga menyoroti konsep ruang bersama atau shared space yang pernah digagas oleh seorang ahli lalu lintas asal Belanda, Hans Monderman. Konsep tersebut menganjurkan pengurangan rambu serta marka jalan demi mengandalkan disiplin manusia dan kesadaran antar pengguna jalan, sebuah metode yang terbukti sukses diterapkan di berbagai kota di Eropa utara.
Selain membahas pesepeda konvensional, Jenkins turut mengkritisi fenomena penggunaan sepeda listrik atau ebikes yang kini membanjiri jalanan London. Menurutnya, kendaraan seperti ebikes komersial sering kali ditinggalkan sembarangan di trotoar dan menciptakan kekacauan baru, sehingga ia mendesak perlunya regulasi yang lebih cerdas dan tegas untuk menata kembali mobilitas perkotaan.