Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Darurat Islamofobia di Inggris, Ada...
BERITA

Darurat Islamofobia di Inggris, Ada 1 Serangan Masjid Tiap 5 Hari

By Redaksi Kabayan News 2 min read 22 Agustus 2026
Lonjakan Islamofobia di Inggris picu kekhawatiran atas keselamatan masjid

Lonjakan Islamofobia di Inggris picu kekhawatiran atas keselamatan masjid

Kekhawatiran mendalam tengah melanda komunitas Muslim di Inggris menyusul eskalasi tajam kasus kejahatan kebencian. Sebagaimana diwartakan oleh Daily Sabah, lebih dari 70 masjid di berbagai wilayah Britania Raya dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Berdasarkan data dari British Muslim Trust selaku kelompok pemantau yang bermitra dengan pemerintah, angka tersebut menunjukkan rata-rata satu insiden serangan terjadi setiap lima hari sekali. Bentuk kekerasan anti-Muslim ini sangat beragam, mulai dari kekerasan fisik, perusakan properti, ancaman pembakaran, intimidasi, pelecehan, hingga teror di dunia maya.

Laporan tersebut mencatat bahwa konsentrasi permusuhan tertinggi terjadi di kota-kota besar seperti London, Greater Manchester, dan West Midlands. Di ibu kota saja, tercatat ada sembilan insiden terpisah, sementara sebuah masjid di Birmingham bahkan diserang sebanyak tiga kali dalam rentang 12 bulan.

Kenaikan angka ini sejalan dengan data resmi Kementerian Dalam Negeri Inggris yang menunjukkan bahwa kejahatan kebencian terhadap Muslim di Inggris dan Wales melonjak sebesar 19 persen. Jumlahnya meningkat dari 2.690 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 3.199 kasus.

Sebagai langkah penanggulangan, pemerintah Inggris sebenarnya telah menjanjikan anggaran dana hingga 40 juta poundsterling untuk memperkuat infrastruktur keamanan rumah ibadah. Kendati demikian, para pemimpin agama dan kelompok advokasi memperingatkan bahwa proses birokrasi yang rumit serta penundaan administratif membuat banyak tempat ibadah tetap berada dalam posisi rentan.

Kepala Eksekutif British Muslim Trust, Akeela Ahmed, menegaskan bahwa lembaganya mendesak pemerintah untuk berbuat lebih banyak dalam membantu masjid melindungi jemaah mereka. "Aksi kekerasan ini tidak bisa diterima dan masjid berada dalam posisi rentan hanya karena status mereka sebagai rumah ibadah," ungkap Ahmed sebagaimana dikutip dari laporan media.

Kritik serupa juga dilontarkan oleh sejumlah tokoh publik, termasuk Wali Kota London Sadiq Khan. Melalui pernyataan di media sosial, ia menilai bahwa peningkatan kebencian ini merupakan dampak dari retorika berbahaya yang kerap disebarkan oleh tokoh-tokoh terkemuka di ranah publik maupun dunia maya.

Topics
islamofobia inggris kejahatan kebencian masjid sadiq khan london diskriminasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.