Sentrisme merupakan posisi ideologi politik yang berada di antara politik sayap kiri dan sayap kanan dalam spektrum politik kiri-kanan. Paham ini biasanya dikaitkan dengan posisi politik moderat serta berbagai ideologi seperti liberalisme, sentrisme radikal, dan agrarianisme.
Para pendukung sentrisme umumnya mendukung perubahan politik secara bertahap melalui sistem ekonomi campuran dan negara kesejahteraan. Kebijakan redistribusi yang moderat sering kali menjadi andalan dalam penerapan sistem ini di berbagai negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun secara umum diakui dalam ilmu politik sebagai posisi tengah, kelompok ekstrem dari kedua ujung spektrum kadang menyematkan label kiri atau kanan untuk mendiskreditkan posisi tersebut.
Perkembangan sentrisme beriringan dengan munculnya spektrum politik kiri-kanan pada masa Revolusi Prancis ketika para anggota majelis tidak berpihak pada kaum radikal maupun reaksioner.
Peran Partai Politik dan Sejarah Perkembangan Sentrisme
Partai-partai berhaluan tengah umumnya mempunyai posisi kebijakan moderat di antara partai besar dari sayap kiri dan sayap kanan. Mereka mampu menarik suara condong ke kiri atau ke kanan apabila tidak ada partai lain mengadopsi arah tersebut.
Dalam sistem multipartai, partai sentris sering memiliki posisi strategis dalam pembentukan pemerintahan koalisi karena mampu menjembatani kepentingan partai kiri maupun kanan. Meski demikian, mereka sering kali hanya menjadi mitra kecil dalam koalisi.
Liberalisme menjadi ideologi sentris dominan pada abad ke-18 dengan dukungannya terhadap hak-hak individu serta menentang konservatisme maupun sosialisme. Agrarianisme juga sempat menjadi gerakan sentris utama di Eropa pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Pengaruh sentrisme semakin berpengaruh setelah runtuhnya Uni Soviet dan menyebar luas ke berbagai negara di Eropa serta Amerika. Namun, pengaruh tersebut kemudian menurun setelah krisis keuangan 2008 dan tergantikan oleh bangkitnya populisme.