Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Penjelasan Sistem Parlementer, Ciri...
BERITA

Penjelasan Sistem Parlementer, Ciri hingga Kelebihan Kekurangan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi gedung parlemen tempat berlangsungnya sistem pemerintahan parlementer

Ilustrasi gedung parlemen tempat berlangsungnya sistem pemerintahan parlementer

Sistem parlementer adalah bentuk pemerintahan di mana eksekutif, yakni pemerintah atau kabinet, bertanggung jawab langsung kepada legislatif atau parlemen. Dalam sistem ini, pemimpin eksekutif biasanya menjabat sebagai Perdana Menteri yang diangkat dari partai atau koalisi partai pemilik mayoritas kursi parlemen.

Ciri khas sistem parlementer terletak pada hubungan erat antara eksekutif dan legislatif. Perdana Menteri beserta jajaran kabinetnya merupakan anggota parlemen aktif, sehingga mereka harus terus mempertahankan dukungan mayoritas dari parlemen agar tetap berkuasa menjalankan roda pemerintahan.

Apabila pemerintah kehilangan dukungan mayoritas tersebut, parlemen berhak mengajukan mosi tidak percaya. Langkah ini jika disetujui dapat menyebabkan jatuhnya kabinet yang berkuasa sekaligus memicu penyelenggaraan pemilihan umum baru di negara bersangkutan.

Selain itu, pembagian peran dalam sistem parlementer membedakan posisi kepala negara dan kepala pemerintahan ke dalam dua individu berbeda. Kepala negara dapat dipegang oleh seorang Raja atau Presiden berstatus seremonial, sementara Perdana Menteri bertindak sebagai kepala pemerintahan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer

Sistem parlementer

Penerapan sistem parlementer menawarkan sejumlah kelebihan signifikan dalam dinamika politik modern. Karakteristik utamanya mendorong koordinasi erat antara eksekutif dan legislatif, sehingga proses pembuatan kebijakan publik dapat berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi berkepanjangan.

Kendati demikian, sistem pemerintahan parlementer juga memiliki beberapa kekurangan mendasar. Salah satu kerentanan utama muncul ketika parlemen terpecah dalam koalisi rapuh, yang sering memicu krisis politik akut dan ketidakstabilan pemerintahan jangka panjang.

Sejumlah negara mapan di dunia telah lama mengadopsi sistem ini dalam tradisi demokrasi mereka. Contoh nyata implementasi tersebut dapat dilihat pada sistem politik di Inggris, Kanada, dan Australia yang mengandalkan stabilitas mayoritas parlemen.

Pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme sistem parlementer memberikan wawasan penting tentang bagaimana kekuasaan eksekutif dan legislatif dikelola dalam format tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Topics
sistem parlementer pemerintahan politik parlemen perdana menteri demokrasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.