Sebagaimana diwartakan oleh media NRC, peringatan mengejutkan datang dari seorang profesor dan psikiater terkemuka asal Belanda, Jim van Os, yang menyarankan masyarakat agar tidak langsung mendatangi layanan kesehatan mental formal atau GGZ ketika menghadapi masalah psikologis. Menurut laporan tersebut, Van Os menuliskan dalam buku terbarunya bahwa pasien justru terkadang "lebih cepat mengalami kerusakan" alih-alih mendapatkan kesembuhan akibat pendekatan birokratis yang kaku.
Jim van Os mengungkapkan bahwa institusi kesehatan mental formal saat ini terlalu fokus mereduksi pengalaman unik seseorang menjadi sekadar label diagnosis belaka, mulai dari depresi, kecemasan, hingga gangguan stres pascatrauma. Berdasarkan laporan NRC, pendekatan klinis yang terlalu berorientasi pada protokol medis dan resep obat-obatan tersebut justru mengabaikan kebutuhan dasar pasien untuk didengarkan secara utuh sebagai manusia.
Sebagai alternatif, Van Os menyarankan agar masyarakat mencari bantuan di ruang-ruang yang lebih humanis dan kolaboratif, seperti pekerja sosial, kelompok dukungan sebaya, komunitas spiritual, hingga terapi berbasis alam atau hewan. Sebagaimana diberitakan, ia menekankan pentingnya menemukan kembali kapasitas penyembuhan dari dalam diri sendiri dengan didampingi figur yang tepat, bukan semata-mata bergantung pada sistem birokrasi medis yang kaku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, pandangan kritis ini menuai perdebatan sengit di kalangan praktisi medis dan tenaga kesehatan profesional di Belanda. Mengutip laporan tersebut, Van Os menyadari bahwa sistem yang ada saat ini telah lama terpola dalam kerangka pembiayaan asuransi dan protokol klinis, sehingga reformasi besar diperlukan agar penanganan kesehatan mental bisa jauh lebih humanis dan tepat sasaran.