Profil Abdul Latief bermula dari kisah perjalanan hidup seorang tokoh besar yang dikenal luas sebagai pengusaha sukses sekaligus politikus senior tanah air. Lahir di Banda Aceh pada 27 April 1940, ia merupakan anak dari pasangan perantau Minang Mohammad Latief Marah Datuk dan Sitti Rahmah.
Berdasarkan analisis awak media, latar belakang keluarga pedagang serta keaktifan sang ayah dalam organisasi Muhammadiyah membentuk karakter kerja keras Abdul Latief sejak usia muda. Kehilangan sang ayah pada usia empat tahun tidak menyurutkan semangat juangnya dalam menempuh pendidikan hingga lulus dari Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta dan Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier bisnis Abdul Latief dimulai ketika ia bekerja di Toserba Sarinah dan mempelajari manajemen ritel langsung di Jepang. Kegigihannya terbukti saat ia memutuskan keluar dari Sarinah untuk mendirikan PT Indonesia Product Centre Sarinah Jaya serta membangun pusat perbelanjaan legendaris Pasaraya.
Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah bisnis nasional, kiprahnya terus berkembang pesat hingga mendirikan jaringan televisi Lativi serta membawahi gurita bisnis ALatief Corporation. Perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor penting seperti periklanan, properti, perhotelan, hingga media massa.
Selain sukses sebagai konglomerat, Abdul Latief juga mencatatkan sejarah penting di dunia organisasi dengan menjadi pendiri sekaligus ketua umum pertama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia pada tahun 1973. Kontribusi besar tersebut mengantarkannya masuk ke dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Soeharto.
Jabatan strategis pernah dipegangnya, termasuk sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Republik Indonesia. Pengunduran dirinya dari kabinet pada awal tahun 1998 bahkan menjadi salah satu momen penting dalam dinamika politik menjelang akhir masa Orde Baru.