Abi Rafdi (lebih dikenal dengan nama panggung Abi KDI) adalah seorang penyanyi dangdut profesional asal Indonesia yang lahir di Ponrangae, Sidrap, Sulawesi Selatan, pada tanggal 3 Desember 1999. Beliau dikenal luas oleh masyarakat Indonesia setelah menjuarai ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) musim kesepuluh yang disiarkan oleh stasiun televisi MNCTV pada tahun 2018. Sebelum meniti karier profesional di ibu kota, beliau dikenal di daerah asalnya sebagai seorang pemuda yang aktif melayani masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Peran dan kontribusi Abi Rafdi dalam industri hiburan tanah air terlihat melalui konsistensinya membawakan lagu-lagu dangdut bernuansa khas serta mempopulerkan karya musik berbahasa Bugis. Melalui karya-karya daerah seperti Mula Macenning Cappa" Makessing dan Na Atie Mappoji, beliau turut melestarikan warisan budaya lokal di kancah musik nasional. Selain itu, latar belakangnya sebagai seorang musisi yang juga merilis berbagai album religi memperkaya ragam khazanah seni suara rohani di Indonesia.
Perjalanan hidup beliau mencerminkan transformasi sosial yang inspiratif dari seorang pemuda daerah di Sulawesi Selatan menjadi figur publik nasional. Pengalaman hidupnya yang sempat menjalani profesi sebagai muadzin dan imam masjid membentuk karakter kedisiplinan serta ketekunan tersendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kompetisi industri musik. Hal ini menjadikan sosoknya tidak hanya dikenal sebagai penghibur, tetapi juga figur yang dekat dengan nilai-nilai religius.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArtikel profil ini menguraikan secara sistematis riwayat hidup Abi Rafdi, mulai dari latar belakang masa kecil, pendidikan formal di Sulawesi Selatan, perjuangan awal mengikuti berbagai ajang audisi nasional, hingga pencapaian gemilang dan diskografi lagu yang telah dirilis hingga saat ini. Pembahasan disusun secara objektif berdasarkan data faktual dari berbagai sumber ensiklopedis dan media terpercaya.
Latar Belakang dan Pendidikan
Abi Rafdi lahir dan dibesarkan di daerah Ponrangae, sebuah wilayah yang terletak di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Sejak masa kanak-kanak hingga remaja, beliau menghabiskan hari-hari di kampung halamannya dengan lingkungan sosial yang kental dengan tradisi keagamaan dan budaya Bugis. Dukungan keluarga serta lingkungan sekitar turut memupuk minat seninya dalam bidang tarik suara sejak usia dini.
Dalam hal pendidikan formal, Abi Rafdi menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 7 Sidrap dan lulus pada tahun 2018. Semasa sekolah, beliau mulai menunjukkan bakat menyanyi dengan mengikuti berbagai festival dangdut tingkat lokal di daerah asalnya dan berhasil meraih prestasi juara kedua. Pengalaman tampil di panggung-panggung lokal tersebut menjadi fondasi mental awal sebelum beliau memutuskan merintis karier di tingkat nasional.
Sebelum meraih kesuksesan di panggung KDI, beliau menjalani keseharian sebagai seorang muadzin dan imam di Masjid Mina Ponrangae, Sidrap, Sulawesi Selatan. Aktivitas keagamaan tersebut dijalani beliau dengan penuh dedikasi sembari mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi ajang pencarian bakat tingkat nasional yang lebih besar guna menguji kemampuan vokal di industri musik profesional.
Transisi besar dalam perjalanan hidup beliau terjadi pada tahun 2017 ketika beliau mulai mencoba peruntungan di tingkat nasional dengan mengikuti audisi ajang pencarian bakat D'Academy 4 yang disiarkan oleh Indosiar. Meskipun pada kesempatan tersebut langkahnya terhenti di babak 35 besar, pengalaman kompetisi tingkat nasional pertama itu memberikan pelajaran berharga untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat pada tahun-tahun berikutnya.
Karier dan Pencapaian
Karier profesional Abi Rafdi di industri musik nasional berawal dari keikutsertaannya dalam audisi Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018 di bawah naungan MNCTV, yang menyaring ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Meskipun sempat mengalami eliminasi pada babak Konser Gerbang 4, beliau mendapatkan kesempatan kedua melalui babak wildcard. Berkat kerja keras dan kualitas vokalnya, beliau berhasil memanfaatkannya dengan baik untuk melaju ke babak final dan dinobatkan sebagai Juara Pertama KDI 2018.
Kemenangan tersebut membuka pintu lebar bagi beliau untuk merilis berbagai karya lagu komersial di bawah label musik profesional. Diskografi beliau mencakup sejumlah single dan album populer berbahasa Bugis seperti Mula Macenning Cappa" Makessing (2024), Na Atie Mappoji (2023), Aja" Tapacauka" Sabbara" (2023), Sukkuru" Nasaba" Sukku (2025), Pallise" Ati (2025), serta album Dua Ati Siddi Pappoji (2026) yang mendulang jutaan pendengar di platform digital.
Selain aktif di jalur musik dangdut dan pop daerah, Abi Rafdi juga mendedikasikan talentanya untuk memproduksi karya-karya bernuansa religi dan shalawat. Beliau telah merilis album rohani bertajuk Syiar Lewat Syair (2025) serta berbagai singel Islami populer seperti Sholawat Jibril (2022), Sempurnanya Ibadah (2022), Law Kanna Bainanal Habib (2021), Calon Jenazah (2025), dan Innal Habibal Musthofa (2025) yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Hingga saat ini, Abi Rafdi tetap aktif berkarya dan menjadi salah satu representasi penyanyi dangdut muda berbakat asal Sulawesi Selatan yang sukses mempertahankan eksistensinya di kancah permusikan tanah air. Melalui konsistensi perilisan lagu daerah maupun religi di berbagai platform streaming digital seperti Spotify dan Apple Music, beliau terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni suara Indonesia.