BRICS adalah organisasi antarpemerintah yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Awalnya dibentuk untuk menyoroti peluang investasi, organisasi ini berkembang menjadi blok geopolitik dengan pertemuan KTT formal setiap tahun sejak 2009.
Akronim BRIC pertama kali dicetuskan oleh ekonom Goldman Sachs, Jim O'Neill, pada tahun 2001. Ia meyakini bahwa keempat negara pendiri tersebut akan mendominasi perekonomian global pada masa depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNegara-negara pendiri mengadakan KTT tingkat tinggi pertama di Yekaterinburg, Rusia, pada tanggal 16 Juni 2009. Pertemuan perdana ini fokus memperbaiki situasi ekonomi global serta mereformasi lembaga keuangan internasional.
Afrika Selatan kemudian bergabung secara resmi pada akhir Desember 2010. Sejak saat itu, singkatan organisasi resmi berganti menjadi BRICS seiring bertambahnya pengaruh geopolitik mereka di kancah internasional.
Perluasan Anggota Strategis dan Pembentukan Lembaga Keuangan
Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS pada tanggal 6 Januari 2025. Langkah strategis ini memperkuat posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dalam tatanan dunia yang inklusif.
Blok ini mendirikan lembaga keuangan tandingan bernama New Development Bank pada tahun 2014. Lembaga tersebut bertujuan menyediakan pendanaan bagi pasar negara berkembang untuk proyek infrastruktur.
Selain pendirian bank pembangunan, negara anggota BRICS juga merancang berbagai inisiatif mandiri seperti sistem pembayaran bersama dan wacana mata uang cadangan untuk memperkuat posisi ekonomi mereka.
Kendati demikian, organisasi ini tetap menghadapi tantangan internal berupa perbedaan kepentingan geopolitik antarnegara anggota dalam merumuskan kebijakan multilateral jangka panjang.