Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Djuanda Kartawidjaja,...
BERITA

Profil Djuanda Kartawidjaja, Teknokrat Di Balik Deklarasi Laut Nusantara

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 14 Januari 2025
Potret Djuanda Kartawidjaja Perdana Menteri terakhir Indonesia dan pencetus Deklarasi Djuanda

Potret Djuanda Kartawidjaja Perdana Menteri terakhir Indonesia dan pencetus Deklarasi Djuanda

Profil Djuanda Kartawidjaja mencerminkan perjalanan hidup seorang teknokrat ulung dan politikus visioner yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kedaulatan Indonesia. Lahir di Tasikmalaya pada tanggal 14 Januari 1911, Djuanda menempuh pendidikan teknik di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar Civil Ingineur pada tahun 1933. Berbekal latar belakang pendidikan mumpuni, ia mengawali pengabdian sebagai pendidik sebelum akhirnya masuk dalam jajaran birokrasi pemerintahan era kolonial hingga masa kemerdekaan.

Karier politik Djuanda melesat cepat berkat kecerdasan serta integritas tinggi dalam mengelola negara di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno. Ia pernah memegang berbagai portofolio penting mulai dari Kepala Djawatan Kereta Api Republik Indonesia, Menteri Perhubungan, hingga puncaknya sebagai Perdana Menteri Indonesia ke-11 sekaligus yang terakhir dari tahun 1957 hingga 1959. Berdasarkan analisis tim redaksi, peran sentral Djuanda sebagai teknokrat murni membuktikan bahwa stabilitas pemerintahan saat itu sangat bergantung pada kepiawaian manajerial di luar faksi politik praktis.

Sumbangan terbesar Djuanda bagi sejarah bangsa adalah pencetusan Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi revolusioner tersebut mengubah konstelasi geopolitik global dengan menyatakan bahwa seluruh perairan di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah NKRI yang utuh. Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah, gagasan brilian ini kemudian diakui dunia internasional melalui konvensi hukum laut Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNCLOS.

Pengabdian panjang Djuanda harus terhenti ketika ia tutup usia pada tanggal 7 November 1963 akibat serangan jantung setelah menghadiri sebuah acara resmi di Jakarta. Pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 224 Tahun 1963 untuk mengenang jasa besar sang tokoh. Mengutip laporan berbagai sumber resmi, nama besar Djuanda kini diabadikan melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, Stasiun Juanda di Jakarta, serta Rupiah pecahan Rp50.000 edisi khusus.

Warisan pemikiran Djuanda Kartawidjaja terus hidup dan menjadi fondasi utama batas teritorial maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga saat ini. Pengamatan awak media menunjukkan bahwa ketegasan sikap Djuanda dalam mempertahankan keutuhan wilayah kepulauan menjadi teladan abadi bagi generasi penerus bangsa. Kontribusi nyata seorang teknokrat sipil membuktikan bahwa diplomasi maritim mampu mengubah arah kedaulatan bangsa di kancah internasional secara permanen.

Topics
djuanda kartawidjaja deklarasi djuanda sejarah indonesia tokoh nasional pemerintah indonesia politikus teknokrat unclos
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.