Moeldoko adalah purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer dan pemerintahan Indonesia. Lahir di Kediri pada 8 Juli 1957, ia pernah dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Perjalanan karier militer Moeldoko tergolong cemerlang sejak lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada tahun 1981. Ia bahkan keluar sebagai lulusan terbaik dan berhak menyematkan penghargaan bergengsi Adhi Makayasa sebagai simbol prestasi akademik dan militer tertinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum menempati posisi puncak militer, Moeldoko sempat memegang komando sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada Mei 2013. Tidak lama berselang, ia resmi diangkat menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia menggantikan Laksamana Agus Suhartono setelah mengantongi persetujuan DPR-RI.
Di sela-sela kesibukan militernya, Moeldoko tetap berkomitmen tinggi pada dunia pendidikan formal dengan merampungkan studi doktoral. Ia berhasil meraih gelar doktor bidang Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2014 dengan predikat sangat memuaskan.
Kehidupan Pribadi dan Perjalanan Karier Politik
Selain aktif di bidang pertahanan dan pemerintahan, Moeldoko juga terlibat dalam berbagai penugasan operasi penting baik di dalam maupun luar negeri. Pengalamannya mencakup keterlibatan dalam Operasi Seroja di Timor-Timur hingga penugasan internasional di kawasan Asia dan Eropa.
Dalam kehidupan rumah tangganya, Moeldoko menikah dengan Koesni Harningsih dan dikaruniai dua orang anak bernama Randy Bimantara dan Joanina Rachmaa. Kehidupan keluarga ini berjalan harmonis di tengah kesibukan publik yang ia jalani selama bertahun-tahun.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pada tahun 2020, Moeldoko tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp46,7 miliar. Aset tersebut sebagian besar berupa kepemilikan tanah dan bangunan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Pasuruan.
Karier Moeldoko semakin berkembang luas ketika ia mulai merambah dunia politik dan organisasi sipil nasional. Ia sempat terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa untuk periode kepengurusan 2020 hingga 2025.