Idi Amin Dada Oumee adalah perwira militer asal Uganda yang memegang takhta kepresidenan pada 25 Januari 1971 hingga 13 April 1979. Tokoh kontroversial ini lekat dengan julukan Penjagal Uganda akibat rekam jejak rezimnya yang merenggut ratusan ribu nyawa.
Lahir di Koboko, distrik Nil Barat, Uganda, perjalanan hidup awal Idi Amin diwarnai perpindahan tempat tinggal mengikuti kamp perkebunan. Ia menempuh pendidikan sekolah Islam sebelum akhirnya meninggalkan bangku sekolah demi menekuni pekerjaan serabutan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier kemiliteran Idi Amin bermula dari posisi sederhana sebagai asisten koki dalam dinas militer Inggris. Postur tubuh besar serta kepatuhannya pada atasan mengantarkannya meniti tangga karier militer secara pesat.
Selain aktif di dunia militer, Idi Amin dikenal memiliki prestasi gemilang sebagai juara tinju kelas berat Uganda antara tahun 1951 hingga 1960. Kedekatannya dengan pusat kekuasaan politik saat itu memuluskan jalannya menuju tampuk kepemimpinan tertinggi.
Masa Berkuasa dan Krisis Ekonomi di Uganda
Kudeta militer pada awal tahun 1971 membawa Idi Amin mengambil alih kendali pemerintahan Uganda setelah Perdana Menteri Milton Obote tersingkir. Di awal masa kepemimpinannya, ia sempat berjanji memulihkan stabilitas politik serta mengakhiri kekejaman.
Namun, kebijakan radikal segera diterapkan termasuk pengusiran puluhan ribu warga keturunan Asia pemegang paspor Inggris dari Uganda. Kebijakan nasionalisasi perusahaan asing tersebut bertujuan memberikan kemerdekaan ekonomi bagi pribumi.
Dampak dari kebijakan kontroversial itu justru memicu kelumpuhan total pada sektor perdagangan dan industri domestik. Krisis ekonomi parah melanda negeri akibat minimnya tenaga ahli lokal serta buruknya sistem administrasi pemerintahan.
Pemerintahan militer di bawah kendali Idi Amin akhirnya runtuh pada bulan April 1979 menyusul invasi gabungan tentara nasionalis Uganda dan pasukan Tanzania. Ia kemudian melarikan diri ke Libya sebelum menghabiskan sisa hidup di Arab Saudi.