H. Kabul Basuki, M.A.B. atau yang lebih akrab disapa dengan nama panggung Tessy, merupakan salah satu tokoh seni peran dan pelawak legendaris yang memiliki tempat penting di dunia hiburan Indonesia. Beliau lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan catatan tahun kelahiran yang merujuk pada kisaran dekade 1940-an, termasuk tanggal 31 Desember 1947.
Sebelum meniti karier di dunia hiburan, beliau memiliki latar belakang pengabdian militer sebagai anggota Korps Marinir (KKO) TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Kopral Satu. Pengalaman disiplin militer tersebut membentuk karakter dasarnya sebelum bertransisi penuh ke panggung seni komedi.
Nama panggung Tessy diambil dari nama putri sulungnya, yaitu Tessy Wahyuni Riwayati Hartatik. Identitas panggung ini melekat erat pada persona komediannya yang khas, mengenakan cincin batu akik dalam jumlah banyak dan kerap menampilkan karakter feminin yang menghibur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArtikel profil ini mengupas tuntas mengenai latar belakang kehidupan awal, riwayat kedinasan militer, perjalanan karier di dunia hiburan bersama Srimulat, hingga kontribusi dan dampaknya sebagai aktor film di kancah perfilman tanah air.
Latar Belakang dan Awal Mula Karier Militer
H. Kabul Basuki lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan dan nasionalisme. Masa kecil dan remaja dihabiskannya di daerah asalnya sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan diri mengabdi kepada negara.
Sebelum dikenal sebagai seniman panggung, beliau menjalani karier formal di bidang pertahanan negara dengan bergabung bersama Korps Komando Operasi (KKO) TNI Angkatan Laut, yang kini dikenal sebagai Korps Marinir. Beliau menorehkan rekam jejak kedinasan hingga mencapai pangkat terakhir sebagai Kopral Satu KKO.
Pengalaman di dunia militer memberikan tempaan fisik dan mental yang kuat. Disiplin tinggi, ketahanan mental, serta jiwa korsa yang diperoleh selama bertugas di TNI AL menjadi landasan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa-masa awal transisinya ke dunia sipil.
Setelah menyelesaikan masa tugas di militer, ketertarikan beliau pada dunia seni pertunjukan membawanya beralih jalur ke dunia hiburan. Keputusan ini menjadi titik balik yang mengantarkannya pada popularitas luas di kancah seni panggung komedi nasional.
Karier di Srimulat, Seni Peran, dan Warisan Komedi
Perjalanan karier seni peran Kabul Basuki mencapai puncak kejayaannya ketika beliau bergabung dengan kelompok lawak legendaris asal Jawa Timur dan Jawa Tengah, Srimulat. Bersama Srimulat, beliau mengembangkan gaya lawakan khas yang membedakannya dari pelawak-pelawak seangkatannya.
Melalui persona panggung dengan nama Tessy, beliau sering kali memerankan karakter parodi wanita dengan gaya yang jenaka, ekspresif, dan ikonik. Ciri khas penampilan fisik seperti penggunaan cincin batu akik berukuran besar di hampir seluruh jemarinya turut memperkuat daya tarik visual bagi para penonton.
Selain aktif di panggung pementasan lawak dan televisi, Tessy juga melebarkan sayap ke dunia seni peran layar lebar dengan membintangi berbagai judul film komedi Indonesia. Kehadirannya di dunia perfilman memperkaya khazanah perfilman nasional dan memperluas basis penggemarnya dari berbagai kalangan usia.
Hingga kini, kontribusi besar Tessy dalam dunia komedi dan perfilman Indonesia diakui sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan seni hiburan tanah air. Beliau tetap dikenang sebagai salah satu maestro lawak yang konsisten menghibur masyarakat Indonesia selama berpuluh-puluh tahun.