Profil Brigadir Jenderal TNI Purnawirawan Hasan Basry mengupas perjalanan hidup seorang tokoh militer terkemuka yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 110 TK Tahun 2001. Lahir pada tanggal 17 Juni 1923, ia mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Perjuangan kemerdekaan yang dilakoni Hasan Basry dimulai setelah proklamasi ketika ia aktif dalam organisasi pemuda Kalimantan di Surabaya sebelum menyusup pulang ke Banjarmasin. Berdasarkan analisis tim redaksi, keberaniannya dalam membentuk Lasykar Syaifullah hingga reorganisasi menjadi Benteng Indonesia dan batalyon ALRI Divisi IV terbukti sangat merepotkan lini pertahanan militer Belanda saat itu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSikap tegas ditunjukkan Hasan Basry ketika menolak mentah-mentah isi Perjanjian Linggarjati serta Perjanjian Renville yang tidak memasukkan Kalimantan ke dalam wilayah de facto Republik Indonesia. Puncak perlawanan tersebut ditandai dengan peristiwa Proklamasi 17 Mei 1949 yang menegaskan kedudukan Kalimantan sebagai bagian tak terpisahkan dari ibu pertiwi.
Selain kiprah cemerlang di bidang militer, pengabdian Hasan Basry juga merambah dunia pendidikan tinggi melalui perannya mendirikan Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 1958. Dedikasi luar biasa tersebut mengantarkannya pada pengukuhan sebagai Bapak Gerilya Kalimantan sebelum akhirnya wafat pada tanggal 15 Juli 1984 di Jakarta.