Profil Inu Kencana Syafiie mencuri perhatian publik berkat dedikasinya sebagai akademisi sekaligus birokrat Indonesia yang gigih menegakkan keadilan. Lahir di Payakumbuh pada 14 Juni 1952, ia menempuh perjalanan hidup penuh liku sebelum akhirnya mendedikasikan diri di dunia pendidikan tinggi pemerintahan.
Perjalanan kariernya diwarnai berbagai pengalaman menantang mulai dari menjadi PNS di Merauke, camat di Edera, hingga menjadi staf pengajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Kesederhanaan hidup serta prinsip ketegasannya membuat namanya disegani banyak kalangan akademisi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePuncak ketenaran Inu Kencana bermula ketika ia mulai membongkar berbagai kasus kriminal serta skandal kekerasan di lingkungan kampus STPDN atau yang kini dikenal sebagai IPDN. Berdasarkan laporan, ia berani menghadapi berbagai ancaman pembunuhan demi mengungkap kebenaran di balik kematian tidak wajar para praja.
Keberaniannya kembali terbukti saat ia melaporkan kasus kematian praja Wahyu Hidayat serta Cliff Muntu langsung kepada pemerintah pusat agar penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu. Meskipun mendapat banyak tentangan dari internal instansi, ia tetap konsisten memperjuangkan keadilan demi perbaikan sistem pendidikan kedinasan di Indonesia.
Selain aktif di dunia birokrasi dan pendidikan, Inu Kencana juga produktif menelurkan berbagai karya tulis ilmiah serta buku populer mengenai ilmu pemerintahan. Buku terlaris karyanya berjudul IPDN Undercover berhasil membuka mata publik mengenai sisi gelap institusi tersebut.