Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Susunan kabinet ini berasal dari kalangan profesional, usulan partai politik pengusung pada Pilpres 2019 yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja ditambah Partai Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat, serta tim sukses.
Susunan kabinet diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 dan resmi dilantik pada hari itu juga di pelataran tangga Istana Negara. Dalam kesempatan tersebut, para menteri hadir mengenakan kemeja batik dengan komposisi awal terdiri dari empat menteri koordinator dan 30 menteri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum pengumuman resmi, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kabinet tersebut terdiri dari 45 persen kalangan partai politik dan 55 persen dari kalangan profesional. Kepala negara juga mempertimbangkan faktor daerah, agama, gender, latar belakang organisasi kemasyarakatan, serta usia dalam menentukan calon menteri.
Pada pelantikan perdana tersebut, Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh menteri terpilih untuk bekerja secara optimal dan menekankan agar tidak melakukan tindak pidana korupsi. Komposisi ini kemudian mengalami berbagai dinamika serta penyesuaian seiring berjalan waktu pemerintahan.
Dinamika dan Catatan Perombakan Kabinet
Sepanjang masa baktinya, Kabinet Indonesia Maju tercatat mengalami beberapa kali perombakan atau reshuffle oleh Presiden Joko Widodo. Perombakan pertama diumumkan pada 22 Desember 2020 dengan mengganti enam posisi menteri dan melantik sejumlah wakil menteri baru guna penyegaran kinerja pemerintahan.
Perubahan susunan kembali terjadi pada 27 April 2021 ketika Presiden Joko Widodo melantik dua menteri baru hasil penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta pembentukan Kementerian Investasi.
Dinamika berlanjut pada tahun-tahun berikutnya melalui pergantian sejumlah pejabat negara karena berbagai alasan, mulai dari pengunduran diri hingga penugasan baru. Beberapa nama tokoh politik dan profesional silih berganti mengisi posisi strategis di sisa masa jabatan.
Menjelang akhir masa pemerintahan, beberapa menteri dan wakil menteri juga harus mundur karena mengikuti kontestasi pilkada maupun dilantik menjadi anggota legislatif. Seluruh rangkaian dinamika tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Kabinet Indonesia Maju.