Profil Kota Blitar di Jawa Timur menyimpan banyak catatan sejarah penting, mulai dari julukan Kota Proklamator hingga basis perlawanan Laskar PETA melawan pendudukan Jepang. Berdasarkan analisis awak media dari data ensiklopedia, kota ini terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur dan dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Blitar secara geografis.
Berdasarkan legenda lokal, sejarah penamaan wilayah ini bermula dari ekspedisi Majapahit mengutus Nilasuwarna untuk memukul mundur bangsa Tartar dari Asia Timur. Atas keberhasilan tersebut, ia dianugerahi gelar Adipati Aryo Blitar I dan menamakan wilayah itu Balitar yang bermakna kembalinya bangsa Tartar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, wilayah ini mengalami dinamika pemerintahan kolonial ketika mulai berstatus gemeente atau kotapraja pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staatsblad van Nederlandsche Indie. Perubahan status administratif berlanjut hingga ditetapkan sebagai kota kecil dan berubah menjadi Kota Blitar seperti sekarang.
Berdasarkan kondisi geografis, wilayah Kota Blitar berada di kaki Gunung Kelud dengan ketinggian antara 150 hingga 200 meter dari permukaan laut serta beriklim muson tropis. Wilayah ini terbagi menjadi tiga kecamatan, yaitu Sananwetan, Kepanjenkidul, dan Sukorejo dengan luas wilayah sekitar 32,57 kilometer persegi.
Sektor pariwisata di kota ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, khususnya keberadaan Makam Bung Karno dan Perpustakaan serta Museum Bung Karno. Selain itu, budidaya ikan koi yang berkembang pesat memberikan julukan tambahan bagi daerah ini sebagai Kota Koi yang populer.