Profil Kalimantan Timur menghadirkan catatan historis mendalam tentang sebuah provinsi di Pulau Kalimantan dengan ibu kota di Samarinda yang mencatat luas wilayah mencapai 127.346,92 kilometer persegi.
Berdasarkan catatan literatur sejarah, wilayah ini dahulunya merupakan kawasan hutan hujan tropis lebat yang menjadi tempat berkembangnya beberapa kerajaan besar seperti Kerajaan Kutai Martapura, Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura, Kesultanan Pasir, serta Kesultanan Berau.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan historis, pengaruh kekuasaan Kesultanan Banjar mulai mendominasi kawasan ini lewat hubungan dagang dan perjanjian dengan VOC sebelum gelombang migrasi suku Bugis berdatangan pada abad ke-17.
Perjalanan politik wilayah ini berlanjut hingga masa kolonial Belanda menempatkan Asisten Residen di Samarinda, sebelum akhirnya rakyat setempat melalui Front Nasional di bawah pimpinan Abdoel Moeis Hassan menuntut penggabungan diri secara resmi ke dalam Republik Indonesia pada tahun 1950.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pemekaran wilayah dan penetapan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 menjadi tonggak penting pengukuhan status daerah otonom ini dengan gubernur pertamanya yaitu A.P.T. Pranoto.