Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Kota Pasuruan, Kota Pelabuhan...
BERITA

Profil Kota Pasuruan, Kota Pelabuhan Kuno Bersejarah di Jawa Timur

By Redaksi Kabayan News 3 min read 21 Agustus 2026
Pemandangan wilayah perkotaan di Kota Pasuruan yang kaya sejarah

Pemandangan wilayah perkotaan di Kota Pasuruan yang kaya sejarah

Kota Pasuruan merupakan sebuah wilayah kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak 60 kilometer sebelah tenggara Surabaya serta 355 kilometer sebelah barat laut Denpasar. Berdasarkan data tahun 2021, kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 210.341 jiwa dengan tingkat kepadatan sekitar 5.753 jiwa per kilometer persegi.

Secara geografis, seluruh wilayah Kota Pasuruan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan di sisi barat, selatan, serta timur, dan berbatasan dengan Selat Madura di sisi utara. Wilayahnya berada di dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 4 meter di atas permukaan laut serta menjadi hilir dari Sungai Gembong.

Sektor transportasi di kota seluas 36,56 kilometer persegi ini terbilang sangat strategis karena berada di jalur utama Surabaya menuju Banyuwangi serta dilintasi oleh Jalan Tol Gempol-Pasuruan. Selain itu, terdapat stasiun kereta api lintas timur yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat didukung oleh keberagaman suku bangsa yang mendiami wilayah ini, mulai dari suku Jawa, Madura, hingga minoritas Tionghoa dan Arab. Mayoritas penduduk Kota Pasuruan yang mencapai 97,19 persen memeluk agama Islam, hidup berdampingan secara harmonis.

Sejarah Panjang dan Destinasi Wisata Religi Pasuruan

Sejarah Kota Pasuruan mencatat peran penting daerah ini sebagai pelabuhan kuno sejak masa Kerajaan Airlangga yang dikenal dengan sebutan Paravan. Dalam perkembangan selanjutnya, wilayah ini menjadi pusat kekuatan Islam di ujung timur Pulau Jawa setelah ditaklukkan pada masa Kesultanan Demak.

Pemerintahan Kota Pasuruan dipimpin oleh Wali Kota Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi yang mengelola 4 kecamatan dan 34 kelurahan. Wilayah ini juga memperingati hari jadinya setiap tanggal 8 Februari yang merujuk pada tahun penobatan Untung Suropati sebagai adipati.

Sektor pariwisata di kota ini menawarkan berbagai ke menarik, terutama wisata religi yang berpusat di kompleks makam tokoh agama dan pahlawan nasional. Salah satu ikon wisata terbaru yang populer adalah Payung Madinah yang terletak di depan Masjid Agung Al Anwar dengan jumlah 12 payung hidrolik raksasa.

Kekayaan kuliner khas turut menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang datang ke kota berjuluk Kota Madinah ini. Berbagai makanan tradisional seperti Nasi Rawon, sate Komo berbahan daging sapi, kupang Kraton, hingga jajanan bipang Jangkar menjadi favorit yang digemari masyarakat luas.

Topics
kota pasuruan jawa timur payung madinah sejarah profil wisata religi kuliner geografi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.