Ancient Grand Lodge of England, yang juga dikenal sebagai The Grand Lodge of the Most Ancient and Honourable Fraternity of Free and Accepted Masons, merupakan badan grand lodge saingan bagi Premier Grand Lodge of England. Organisasi ini eksis dari tahun 1751 hingga 1813 sebelum akhirnya melebur menjadi United Grand Lodge of England. Para anggotanya secara historis kerap disebut sebagai kaum "Antients", kontras dengan kelompok "Moderns" yang merupakan grand lodge original.
Pembentukan grand lodge ini berakar dari ketegangan keagamaan dan kelas sosial serta masuknya banyak migran ekonomi asal Irlandia ke London. Para mason yang berasal dari tradisi lama sering kali merasa keberatan dengan perubahan ritual yang dilakukan oleh Premier Grand Lodge. Sebagai respons atas hal tersebut, beberapa loji yang tidak berafiliasi bersatu mendirikan badan tandingan yang kemudian berkembang pesat di bawah kepemimpinan efektif.
Keberhasilan organisasi ini sangat dipengaruhi oleh energi dan kecerdikan sekretaris agungnya yang kedua, Laurence Dermott. Melalui buku konstitusi buatannya yang berjudul Ahiman Rezon, ia berhasil memperkuat posisi kelompok Antients dan mendapatkan pengakuan dari grand lodge di Skotlandia serta Irlandia. Organisasi ini juga sering disebut sebagai Atholl Grand Lodge karena para Adipati Atholl memimpinnya sebagai Grand Master selama bertahun-tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenjelang awal abad ke-19, dorongan untuk bersatu menguat di antara kedua grand lodge yang bersaing akibat tantangan politik dan perang. Proses unifikasi akhirnya terwujud pada tahun 1813 melalui kepemimpinan para bangsawan kerajaan Inggris. Meskipun telah melebur, warisan ritual dan infrastruktur dari kelompok Antients tetap dilestarikan dalam sistem Freemasonry modern hingga saat ini.
Sejarah Pendirian dan Awal Mula
Latar belakang pendirian Ancient Grand Lodge of England bermula dari kebijakan ekspansi dan publisitas diri yang dijalankan oleh Premier Grand Lodge sejak tahun 1721. Kebijakan serta perubahan ritual yang diperkenalkan oleh grand lodge lama tersebut sering kali tidak sejalan dengan tradisi para mason dari Skotlandia dan Irlandia. Akibatnya, banyak migran dan kelompok mason di London yang memilih untuk tidak berafiliasi dan mendirikan loji independen.
Pada tahun 1751, lima loji independen bersama satu loji yang baru dibentuk memutuskan untuk bergabung membentuk sebuah grand lodge tandingan di London. Badan baru ini dengan cepat bertindak sebagai organisasi payung bagi berbagai loji yang sebelumnya tidak terikat di seluruh wilayah Inggris. Mereka merekrut anggota dari kalangan kelas bawah di provinsi-provinsi, berbeda dengan grand lodge pendahulu yang lebih elitis dan metropolit.
Perkembangan pesat organisasi ini mencapai momentum penting ketika Laurence Dermott mengambil alih posisi sebagai Grand Secretary pada tahun 1752. Dermott melakukan penataan administratif, mengganti aturan lama, serta aktif membimbing para anggota dalam menjalankan ritual yang otentik. Kepemimpinannya memberikan arah yang jelas dan memperkuat solidaritas di antara para anggota loji.
Sebagai bagian dari konsolidasi organisasi, Dermott menyusun buku konstitusi berjudul Ahiman Rezon, or a Help to a Brother yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1756. Buku panduan tersebut terbukti sangat populer di kalangan anggota meskipun memuat kritik tajam dan satire terhadap kelompok Moderns. Kehadiran Ahiman Rezon membantu memperluas pengaruh kelompok Antients secara signifikan di berbagai wilayah.
Sejarah Pendirian dan Awal Mula
Latar belakang pendirian Ancient Grand Lodge of England bermula dari kebijakan ekspansi dan publisitas diri yang dijalankan oleh Premier Grand Lodge sejak tahun 1721. Kebijakan serta perubahan ritual yang diperkenalkan oleh grand lodge lama tersebut sering kali tidak sejalan dengan tradisi para mason dari Skotlandia dan Irlandia. Akibatnya, banyak migran dan kelompok mason di London yang memilih untuk tidak berafiliasi dan mendirikan loji independen.
Pada tahun 1751, lima loji independen bersama satu loji yang baru dibentuk memutuskan untuk bergabung membentuk sebuah grand lodge tandingan di London. Badan baru ini dengan cepat bertindak sebagai organisasi payung bagi berbagai loji yang sebelumnya tidak terikat di seluruh wilayah Inggris. Mereka merekrut anggota dari kalangan kelas bawah di provinsi-provinsi, berbeda dengan grand lodge pendahulu yang lebih elitis dan metropolit.
Perkembangan pesat organisasi ini mencapai momentum penting ketika Laurence Dermott mengambil alih posisi sebagai Grand Secretary pada tahun 1752. Dermott melakukan penataan administratif, mengganti aturan lama, serta aktif membimbing para anggota dalam menjalankan ritual yang otentik. Kepemimpinannya memberikan arah yang jelas dan memperkuat solidaritas di antara para anggota loji.
Sebagai bagian dari konsolidasi organisasi, Dermott menyusun buku konstitusi berjudul Ahiman Rezon, or a Help to a Brother yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1756. Buku panduan tersebut terbukti sangat populer di kalangan anggota meskipun memuat kritik tajam dan satire terhadap kelompok Moderns. Kehadiran Ahiman Rezon membantu memperluas pengaruh kelompok Antients secara signifikan di berbagai wilayah.
Perkembangan dan Pembentukan UGLE
Hubungan antara kelompok Antients dan kelompok Moderns sempat berada di titik terendah akibat persaingan dan perbedaan pandangan ritual selama beberapa dekade. Namun, situasi politik yang menantang selama masa Peperangan Napoleon mendorong para pemimpin kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan. Kerjasama mulai terjalin erat guna melindungi eksistensi organisasi dari ancaman pelarangan oleh pemerintah.
Proses penyatuan formal antara kedua grand lodge mulai digulirkan pada tahun 1811 ketika kelompok Moderns mulai memulihkan ritual mereka agar dapat diterima oleh tradisi British Grand Lodges lainnya. Negosiasi penyatuan dipimpin langsung oleh para tokoh penting kerajaan, termasuk Adipati Sussex dan Adipati Kent. Upaya diplomasi ini berhasil merangkum berbagai loji di bawah satu payung kelembagaan yang harmonis.
Puncak dari proses rekonsiliasi tersebut terjadi pada tahun 1813 dengan lahirnya United Grand Lodge of England sebagai entitas tunggal yang menyatukan kedua tradisi. Badan baru ini memutuskan untuk mempertahankan infrastruktur administratif dari pihak Moderns sambil mengadopsi kekayaan ritual dan tata cara dari pihak Antients. Penyatuan ini menandai babak baru dalam sejarah organisasi persaudaraan mason di Inggris.
Meskipun penyatuan telah resmi dilakukan, sempat terjadi upaya kebangkitan kelompok lama di wilayah Lancastrian melalui pembentukan Wigan Grand Lodge pada tahun 1823 akibat sengketa administratif. Kendati demikian, seiring berjalannya waktu dan meredanya ketegangan lokal, seluruh loji tersebut akhirnya kembali terintegrasi sepenuhnya ke dalam UGLE. Warisan sejarah dari Ancient Grand Lodge of England tetap dikenang sebagai fondasi penting dalam perkembangan Freemasonry global.