Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Negara Korea Utara, Sejarah...
BERITA

Profil Negara Korea Utara, Sejarah dan Politik Paham Juche

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 11 Agustus 2026
Pemandangan kota Pyongyang ibu kota Korea Utara

Pemandangan kota Pyongyang ibu kota Korea Utara

Korea Utara, dengan nama resmi Republik Rakyat Demokratik Korea, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian utara Semenanjung Korea. Ibu kota dan kota terbesarnya adalah Pyongyang, sementara Zona Demiliterisasi Korea menjadi batas tegas yang memisahkan wilayah utara dengan Korea Selatan.

Negara ini berbatasan langsung dengan Tiongkok melalui Sungai Amnok dan Sungai Tumen, serta memiliki sebagian kecil perbatasan dengan Rusia di sebelah timur laut. Sejarah modern negara tersebut berakar dari pembagian wilayah pendudukan pasca Perang Dunia II antara Uni Soviet di utara dan Amerika Serikat di selatan.

Pemerintahan negara menganut sistem satu partai di bawah front penyatuan yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea secara dominan. Kebijakan dalam negeri dikendalikan melalui ideologi Juche yang digagas oleh mantan pemimpin pertama Kim Il-sung dan terus dilanjutkan hingga kepemimpinan modern saat ini.

Sepeninggal Kim Jong-il pada Desember 2011, tonggak estafet kepemimpinan diteruskan oleh anaknya yang bernama Kim Jong-un. Hingga kini, dinamika geopolitik Semenanjung Korea tetap diwarnai ketegangan militer serta hubungan diplomatik yang kompleks dengan dunia internasional.

Sejarah Pembagian Wilayah dan Konflik Semenanjung Korea

Korea utara

Semenanjung Korea sebelumnya diperintah oleh Kekaisaran Korea hingga akhirnya dianeksasi oleh Jepang usai Perang Rusia-Jepang pada tahun 1905. Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada tahun 1945 mengakhiri penjajahan tersebut dan memicu pembagian wilayah administratif menjadi dua zona pendudukan militer.

Penolakan pihak utara untuk mengikuti pemilihan umum yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah selatan pada tahun 1948 mempermanenkan perpecahan dua pemerintahan. Situasi memanas hingga memicu pecahnya Perang Korea pada 25 Juni 1950 yang melibatkan benturan kekuatan besar dunia.

Perang saudara tersebut berakhir melalui penandatanganan kesepakatan gencatan senjata pada tahun 1953 tanpa adanya perjanjian damai resmi. Kondisi ini membuat kedua negara secara teknis tetap berada dalam status perang hingga dekade-dekade berikutnya di tengah berbagai insiden perbatasan.

Berbagai upaya rekonsiliasi sempat ditempuh melalui Deklarasi Gabungan Utara-Selatan pada tahun 2000 serta dialog tingkat tinggi lanjutan. Kendati demikian, program nuklir dan dinamika hubungan luar negeri terus menjadi sorotan global terhadap kedaulatan negara tersebut.

Topics
korea utara pyongyang kim jong-un juche sejarah politik partai buruh korea asia timur semenanjung korea perang korea
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.