Partai Bulan Bintang merupakan partai politik di Indonesia berasaskan modernisme Islam dan dikenal sebagai partai penerus Masyumi yang pernah berjaya pada masa demokrasi liberal. Partai ini resmi didirikan pada 17 Juli 1998 menyusul dinamika politik reformasi setelah berakar dari Forum Ukhuwah Islamiyah.
Cikal bakal partai ini berawal dari Forum Ukhuwah Islamiyah yang dirintis oleh Mohammad Natsir beserta tokoh-tokoh Islam lainnya pada 17 Agustus 1989 guna mengkaji permasalahan keumatan. Forum tersebut kemudian bertransformasi melalui Deklarasi Badan Koordinasi Umat Islam di kediaman Anwar Harjono pada 12 Mei 1998.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah melalui Musyawarah Nasional di Jakarta pada Juni 1998, tim khusus mempertimbangkan pembentukan partai politik dengan nama Masyumi. Namun, dengan pertimbangan legalitas dan beban mental sejarah, dipilihlah nama Partai Bulan Bintang pada 17 Juli 1998.
Deklarasi pendirian partai dilakukan pada 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekaligus menetapkan Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum DPP pertama partai tersebut.
Perjalanan Pemilu dan Kepemimpinan Partai Bulan Bintang
Partai Bulan Bintang telah mengikuti pemilihan umum legislatif Indonesia sebanyak enam kali mulai dari Pemilu 1999 hingga Pemilu 2024. Pada pemilu pertamanya di tahun 1999, partai ini mampu meraih 2.050.000 suara atau sekitar dua persen serta mengamankan 13 kursi di DPR RI.
Dalam perjalanannya kepemimpinan partai mengalami pergantian, di mana MS Kaban terpilih sebagai ketua umum pada muktamar berikutnya menggantikan posisi awal. Posisi ketua umum kemudian kembali diemban oleh Yusril Ihza Mahendra dalam beberapa periode muktamar berikutnya secara aklamasi.
Meskipun sempat mendulang suara signifikan pada awal era reformasi, perolehan suara partai mengalami tantangan berat dalam melewati ambang batas parlemen pada pemilu-pemilu selanjutnya. Kendati demikian, kader partai tetap eksis menduduki kursi di berbagai DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari dinamika politik nasional, partai ini terus berpartisipasi aktif dalam kontestasi demokrasi serta menjaga garis perjuangan politik Islam modern di tanah air.