Partai Komunis Indonesia atau PKI merupakan partai komunis nonpemerintah terbesar di dunia sebelum dibubarkan dengan kekerasan pada tahun 1965. Lahir pada masa kolonial Hindia Belanda, partai ini mencatatkan sejarah panjang dalam dinamika pergerakan politik nasional serta pencapaian jutaan anggota pada era Pemilu 1955.
Berdasarkan catatan sejarah, cikal bakal partai ini berawal dari pendirian Indies Social Democratic Association atau ISDV pada tahun 1914 oleh Henk Sneevliet bersama sejumlah kaum sosialis Belanda. Organisasi tersebut dibentuk untuk memperkenalkan ide-ide Marxis guna mengedukasi masyarakat pribumi dalam menentang kekuasaan kolonial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, organisasi ini mengalami transformasi nama dan strategi pergerakan, mulai dari menjadi Perserikatan Komunis di Hindia pada tahun 1920 hingga resmi menggunakan nama Partai Komunis Indonesia pada tahun 1924. Di bawah kepemimpinan tokoh-tokoh lokal seperti Semaun dan Darsono, partai ini aktif membangun jaringan serta berkolaborasi melalui strategi blok dalam dengan organisasi massa lainnya.
Dinamika politik internal dan eksternal mencapai titik krusial ketika PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial pada November 1926 di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Aksi tersebut mendapat perlawanan keras dari penguasa kolonial yang berujung pada penangkapan ribuan aktivis serta pelarangan resmi organisasi tersebut pada tahun 1927.
Menurut analisis dari berbagai catatan sejarah, penolakan tokoh seperti Tan Malaka terhadap rencana pemberontakan didasarkan pada pandangan bahwa basis sosial masyarakat Indonesia saat itu adalah petani, bukan buruh industri seperti di Uni Soviet. Kegagalan dan penumpasan pemberontakan tersebut memaksa partai bergerak secara klandestin sebelum kembali bangkit pada periode pascakemerdekaan.